<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Sahat Tambunan &#187; street life</title>
	<atom:link href="http://blog.sahat-tambunan.com/tag/street-life/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sahat-tambunan.com</link>
	<description>my personal blog, a personal view of the global world</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2011 02:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Proudful Foolishness</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/31/proudful-foolishness/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/31/proudful-foolishness/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 16:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[street life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/31/proudful-foolishness/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama gak posting apa2 nih. Kerjaan sih sebenernya ga parah2 banget sibuknya. Tapi sudah 2 minggu ini gw ga kerja di rumah sendiri lagi. Rumah bos gw disetup jadi SOHO. Kebetulan bos atunya juga lagi di sini, jadi (mungkin) sementara ini gw berkantor di situ dulu. Nah, Masalahnya kantor (rumah bos) gw itu di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama gak posting apa2 nih. Kerjaan sih sebenernya ga parah2 banget sibuknya. Tapi sudah 2 minggu ini gw ga kerja di rumah sendiri lagi. Rumah bos gw disetup jadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Small_office/home_office">SOHO</a>. Kebetulan bos atunya juga lagi di sini, jadi (mungkin) sementara ini gw berkantor di situ dulu. Nah, Masalahnya kantor (rumah bos) gw itu di daerah kemang, jadi sekitar 1 jam perjalanan naek motor. Kalo ditambah lama mandi, siap2, dll jadi 1,5 jam. Pulang pergi jadi 3 Jam sehari. Intinya gw kehilangan waktu 3 jam sehari di banding dulu, plus setelah pulang udah capek.</p>
<p>Nah, selama 2 minggu ini kembali aktif di jalanan, gw jd dapet bahan share. Tentang kebodohan yang membanggakan. Pernah gak ngalemin di klakson kendaraan lain di belakang kita, karena mereka pengen jalan di saat lampu lalu lintas masih merah. Banyak kendaraan khususnya motor yang merasa bahwa lampu merah itu tidak beda dengan lampu hias di pohon natal. Jalan kosong berarti boleh lewat, tidak peduli lagi ama lampu pohon natal itu. Lalu yang bodoh siapa ya?</p>
<p><span id="more-199"></span></p>
<blockquote><p>Saat semua orang menaati peraturan, orang yang melanggar akan terlihat bodoh. Tapi begitu juga sebaliknya, saat semua orang melanggar peraturan, orang yang menaatinya akan terlihat bodoh.</p></blockquote>
<p>Ada yang bilang peraturan itu dibuat untuk dilanggar. Well, memang pasti ada saja saat sisi bandel kita keluar, atau saat kepepet, dimana kita terpaksa melanggar peraturan. Tapi, <em>default</em>-nya itu harus taat, bukan kebalik. Jadilah gw sering terlihat bodoh di jalanan, karena mempertahankan prinsip gw dalam mentaati peraturan lalu lintas. Tapi seperti yang gw bilang, gw bangga menjadi diri sendiri, walaupun itu berarti terlihat bodoh.</p>
<p>Ngantuk ah, tidur dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/31/proudful-foolishness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedia Payung sebelum Hujan</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/08/sedia-payung-sebelum-hujan/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/08/sedia-payung-sebelum-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 16:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[street life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/08/sedia-payung-sebelum-hujan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah peribahasa yang sangat terkenal di Indonesia. Anak-anak SD sudah pasti tahu apa arti dan maksudnya. Sayangnya, saat para guru mengingatkan mereka, saat yang bersamaan dunia mengajarkan mereka belajar melupakannya. Yah, mungkin bukan dunia, tapi lingkungan di Indonesia ini. Contohnya sih yang realistis aja, coba kita ingat2, di Jakarta, berapa kali dalam sehari kita bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah peribahasa yang sangat terkenal di Indonesia. Anak-anak SD sudah pasti tahu apa arti dan maksudnya. Sayangnya, saat para guru mengingatkan mereka, saat yang bersamaan dunia mengajarkan mereka belajar melupakannya. Yah, mungkin bukan dunia, tapi lingkungan di Indonesia ini. Contohnya sih yang realistis aja, coba kita ingat2, di Jakarta, berapa kali dalam sehari kita bisa bertemu pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Yang lebih menyedihkan lagi, karena tidak menggunakan helm sering gw melihat pengendara di bawah umur. Memang ada yang baik dan hati-hati, tapi tidak jarang juga yang urakan dan sok jago.</p>
<p><img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2007/07/ridingbike.jpg' alt='Riding Bike' hspace='10' vspace='5' style='float:left' />Melihat ini sering membuat gw berpikir, saat gw jadi orang tua nanti, akankah gw biarkan anak gw membawa sepeda motor sebelum waktunya, apalagi kalau tidak pakai helm. Kalau melihat pengalaman gw sendiri dulu, gw belajar mengendarai mobil sebelum waktunya (belum cukup umur untuk punya SIM). Tapi dari zaman abang dan kakak2 gw belajar mobil sampai ke gw, bonyok selalu gak bosen2nya menekankan 2 hal:</p>
<ol>
<li><strong>tidak ada hebatnya kalau bisa bawa mobil</strong>, kita cuma akan jadi sama dengan supir-supir lain, supir angkot, supir taxi, supir bus, ya supir.</li>
<li>saat kita nyetir mobil, <strong>satu kaki di mobil, satu sudah di penjara</strong>, salah sedikit bisa-bisa langsung masuk penjara dua2nya. Jadi harus selalu hati-hati.</li>
</ol>
<p><span id="more-179"></span></p>
<p>Dari pengalaman gw sekeluarga, cara ini cukup efektif untuk meredam keinginan bawa mobil, apalagi rasa sok hebat dan kebiasaan ugal-ugalan. Kalau motor sih, gw baru belajar tahun ini <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  hyak hyak.</p>
<p>Kembali ke payung, kita seperti melupakan kenapa peraturan itu diberlakukan. <strong>Kenapa pengendara motor harus pakai helm?</strong> Peraturan selalu bisa kita anggap sebagai bentuk resmi pencegahan. Jelas bagi pengendara motor, kecelakaan dapat berakibat fatal bagi kepala, dan helm adalah salah satu perlindungan pertama. Tapi, kebiasaan buruk kita ialah bertoleransi dengan pelanggaran kecil. Kita sering berpikir, &#8220;ah, sedikit saja&#8221; atau &#8220;ah, deket ko&#8221; atau &#8220;ah, cuma sebentar ko&#8221;. Pencegahan itu memang tindakan yang diambil sebelum sesuatu terjadi, jadi kalau sudah kecelakaan baru mau nurut ama peraturan itu namanya swama swaja bwohong.</p>
<p><img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2007/07/motorcyclekid.jpg' alt='Kid with Bike' hspace='10' vspace='5' style='float:right' />Peraturan lainnya, <strong>kenapa mereka yang di bawah umur belum boleh bawa motor?</strong> Ada batas umur yang menjadi persyaratan untuk mendaftar pembuatan SIM. Gw yakin persyaratan ini ada di seluruh dunia, dan itu bukanlah sekedar iseng2nya orang yg buat peraturan. Dari pandangan gw pribadi berikut beberapa landasan peraturan tersebut:</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Pertama</strong>, pengendara motor sering harus mengambil keputusan dalam waktu yang singkat. Apakah harus nge-rem atau nge-gas, harus ngiri atau nganan, atau bahkan saat harus menghindari sesuatu yang tiba2 nongol. Memang usia tidak bisa benar-benar menjamin kemampuan seseorang dalam hal ini, tapi logikanya saja, secara umum orang yang belum dalam usia dewasa pasti akan lebih sulit mengatasinya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Kedua</strong>, pengendara motor harus bisa bertanggung jawab atas konsekuensi apapun yang terjadi saat itu. Seandainya dia jadi korban (amit2 ya), mau bilang apa, paling dia yang diurus. Tapi, seandainya dia makan korban? Menabrak orang lain misalnya (amit2 lagi ya), bagaimana seorang yang belum dalam usia dewasa bertanggung jawab? Sementara untuk makannya sehari2 saja dia belum bisa bertanggung jawab sendiri. Ditambah dengan beban mental yang nanti akan mereka tanggung seterusnya.</p>
</li>
</ul>
<p>Dari kedua hal diatas gw tarik garis merah, bahwa <strong>hal utama ialah belum berada dalam usia dewasa</strong>. Memang dewasa bukanlah batasan usia, tapi dunia mengakui adanya standar usia seorang manusia dianggap dewasa, atau mungkin lebih tepat standar usia seorang manusia seharusnya sudah menjadi dewasa.</p>
<p>Masih banyak peraturan lain yang dibuat sebenernya untuk menjaga keselamatan kita dan lingkungan kita sendiri. Kesimpulannya? Gak perlu kesimpulan, gw cuma mau menghimbau, mari kembali kita kenang pribahasa klasik kita, yang sudah kita pelajari dari SD: <strong>Sedia payung sebelum hujan</strong>. Sebisa mungkin, marilah kita selalu mengikuti peraturan yang ada, <em>dengan segala keterbatasan kita</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/08/sedia-payung-sebelum-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips: Menghindari Ranjau Paku</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/03/tips-menghindari-ranjau-paku/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/03/tips-menghindari-ranjau-paku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 16:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[street life]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/03/tips-menghindari-ranjau-paku/</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara mengenai ranjau paku, gw yang memang pemula dalam mengendarai motor ini cukup punya banyak pengalaman (yg tidak bisa dibanggakan tentunya ) &#8211; Rekor &#8220;terbaik&#8221; ialah bocornya ban karena paku sebanyak 4 kali dalam sebulan di tempat yang berbeda. Pertama kena di rawa sari dekat kolam renang Arcici, pulang2 berenang sudah harus dorong motor lumayan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara mengenai ranjau paku, gw yang memang pemula dalam mengendarai motor ini cukup punya banyak pengalaman (yg tidak bisa dibanggakan tentunya <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ) &#8211; Rekor &#8220;terbaik&#8221; ialah bocornya ban karena paku sebanyak 4 kali dalam sebulan di tempat yang berbeda. <strong>Pertama</strong> kena di rawa sari dekat kolam renang Arcici, pulang2 berenang sudah harus dorong motor lumayan jauh cari tukang tambal ban (soalnya tukang tambal ban terdekat orangnya lagi ga ada). <strong>Kedua</strong> kalinya di kemang pulang meeting dari Club Azur, begitu keluar langsung olang oleng ban udah bocor. <strong>Ketiga</strong> kena di Kelapa Gading Boulevard, akhirnya gw ganti ban dalem (untung bawa cadangan). <strong>Keempat</strong> yang paling barusan di jalan belakang ITC cempaka mas abis pulang ngapel. Ini paling bahaya karena kebetulan lagi jalan agak cepet. Hiks, ban dalem baru ane akhirnya langsung kena tambalan juga.</p>
<p>Intinya! Jangan terlalu percaya tips gw, karena terbukti gw sendiri belum bisa mengatasinya <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Tapi tetep gw akan share beberapa hal yg gw udah pelajari tentang ranjau paku nih (^_^) semoga bermanfaat.</p>
<blockquote><p>So it is said that if you know your enemies and know yourself, you will win hundred times in hundred battles. If you only know yourself, but not your opponent, you win one and lose the next. If you do not know yourself or your enemy, you will always lose</p></blockquote>
<p><span id="more-177"></span></p>
<p>Memulai dengan kutipan salah satu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Art_of_War">strategi perang</a> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sun_Tzu">Sun Tzu</a>, adalah hal penting untuk mengenal siapa musuh kita. Dalam tips ini musuh utama kita adalah ranjau paku (kita gak mungkin perang dengan penebarnya kan? <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ). Pengenalan pertama ialah pengertian ranjau paku. Buat gw, <strong>pengertian ranjau paku</strong> ialah sekumpulan paku (atau benda tajam sejenis lainnya) yang digunakan (ditebarkan) di jalan secara sengaja, agar kendaraan yang melindasnya mengalami kerusakan ban, apapun motivasi dari penyebarnya.</p>
<p>Dari aspek hukum ranjau paku terbagi menjadi 2, yaitu ranjau paku legal dan ranjau paku ilegal. <strong>Ranjau paku legal</strong> disebarkan oleh pihak berwenang (polisi) untuk tujuan pengejaran kendaraan bermotor, biasanya mulai digunakan setelah mencapai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Need_for_Speed_series">heat level 4</a>. <strong>Ranjau paku ilegal</strong> disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi, misalnya tukang tambal ban untuk mendapatkan pelanggan (tapi jangan langsung menuduh ya!), bisa juga perampok untuk menghentikan laju korbannya, atau jangan2 orang iseng untuk memuaskan ketidak normalan-nya. Jelas tidak akan ada tips untuk menghindari yang legal, plis deh, kalo dikejer polisi ya minggir, jangan kabur!</p>
<p>Mulai semakin menjurus, ranjau paku ilegal masih memiliki beberapa macam jenis, berikut <strong>4 jenis ranjau paku</strong> yang sudah saya pelajari dari berbagai sumber di urutkan berdasarkan level kecanggihan ter-tinggi ke ter-rendah:</p>
<ol>
<li><strong>Ranjau Paku Bunglon</strong>
<p>Jelas sekali, sifat utama bunglon ialah menyamarkan diri dengan keadaan sekelilingnya. Ranjau jenis ini sering diberi warna seperti warna jalan, beberapa sumber mengatakan paku-paku tersebut dibakar terlebih dahulu bersama ban bekas agar berwarna gelap dan tidak memantulkan sinar, baik yang berasal dari lampu jalan maupun lampu kendaraan.</p>
</li>
<li><strong>Ranjau Paku Siluman</strong>
<p>Dari namanya saja sudah bisa kita bayangkan, ranjau ini sebagaimana layaknya siluman dapat berubah bentuk menjadi macam-macam benda lain. Bisa saja seperti kotak korek api, bungkus rokok, kertas kosong, plastik, ban atau karet sisa dan berbagai macam benda kecil lain yang tidak mencurigakan.</p>
</li>
<li><strong>Ranjau Paku Gak Niat</strong>
<p>Yah, yang menyebar ranjau ini gak niat-niat banget, jadi males mau repot2 untuk nyiluman-in atau di ngebunglon-in pakunya. Dia cuma tebarin aja banyak-banyak di pinggir (bahkan juga di tengah) jalan.</p>
</li>
<li><strong>Ranjau Paku Gak Penting</strong>
<p>Ini benar-benar gak penting, sebagian ranjau paku juga ada tanpa unsur kesengajaan, mungkin ada orang yang baru beli paku terus plastiknya jatoh, atau paku sisa nempel di kayu, atau paku nyelip, pokoknya sebenernya gak penting sih, tapi kalo lagi sial sih bisa aja kena (^_^)</p>
</li>
</ol>
<p>Setelah kita sudah lebih kenal dengan ranjau paku, sudah saatnya kita berbagi bagaimana cara menghindari atau bahkan mengatasinya. Berikut beberapa tips-nya:</p>
<p><strong>Untuk Menghindari</strong> (mencegah selalu lebih baik daripada menyembukan atau memperbaiki. Sebisa mungkin mari kita terlebih dahulu berusaha menghindari terkena ranjau paku)</p>
<ol>
<li><strong>Speed does Matter</strong>
<p>Kecepatan motor berbanding lurus dengan resiko kena ranjau paku. Dari sumber tertentu saya belajar bahwa saat mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, resiko untuk paku tertanam ke motor juga lebih tinggi. Logika bodohnya kalau kita jalan cepet walaupun sudah liat akan lebih susah kan menghindarinya.</p>
</li>
<li><strong>Gunakan Lajur Tengah</strong>
<p>Baik jalur lambat atau cepat, jangan melaju terlalu ke pinggir. Memang saran ini sudah sedikit usang, menurut beberapa sumber sekarang ini banyak ranjau sudah ditabur di tengah jalan, tapi setidaknya pasti akan tergeser dan terdorong saat mobil-mobil besar lewat, jadi menurut gw pribadi tetap lebih aman jalur tengah. Tapi pastikan jangan melebihi batas yang diperbolehkan untuk pengendara motor. Lagian kalo jalur pinggir ama tengah ga dianjurkan jadi mesti lewat jalur mana lagi <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  hehe</p>
</li>
<li><strong>Selalu Awas</strong></li>
</ol>
<blockquote><p>Trust in God, but lock your doors</p></blockquote>
<ul style="list-style-type:none;">
<li>
<p>Ever heard of it? Denger-denger sih itu peribahasa orang rusia. Memang baik kalau kita percaya Tuhan pasti  jaga kita, tapi bukan berarti kita gak waspada kan? Selalu awas dimanapun kita berada, selalu hindari melindas benda-benda kecil yang tergeletak di jalan.</p>
</li>
</ul>
<ol start="4">
<li><strong>Bawa Serep</strong>
<p>Kadang kalau lagi sial di saat sial bisa saja ban dalem kita sobek dan tidak bisa ditambal. Kalau sudah gini tukang ban biasanya jual mahal sok gak butuh kasih harga ban diatas rata2. Lumayan kan kalau sudah bawa serepnya, jadi lebih murah dan gak perlu gondok gara2 mesti beli ban mahal.</p>
</li>
<li><strong>Tempat Rawan</strong> <em>(Added on July 5th, 2007)</em>
<p>Banyak sekali informasi tempat rawan ranjau paku di sekitar Jakarta. Kalau saran gw sih, mending jangan di dengerin. Lupain aja semua informasi tempat rawan tersebut. Kalau sampai kita inget, kita hanya akan waspada saat melewati jalan2 tersebut. Otomatis saat kita berhasil melewati daerah rawan dengan aman, kewaspadaan kita akan menurun. Siapa yang bisa jamin bahwa penebar ranjau paku tidak akan pindah lokasi? Siapa yang bisa jamin bahwa mereka tidak tahu wilayah operasi mereka sudah tercatat sebagai daerah rawan ranjau paku? So, bukan gak mungkin justru daerah rawan itu yang akan jadi daerah aman. Intinya, jangan inget daftar daerah rawan, lebih baik terus jaga kewaspadaan sepanjang jalan.</p>
</li>
</ol>
<p><strong>Untuk Mengatasi</strong> (kalau masih kena juga mau bilang apa lagi, sudah nasib kali ya. Jadi penting juga kita tahu bagaimana mengatasinya)</p>
<ol>
<li><strong>Minggir</strong>
<p>Kalau motor sudah olang-oleng, ga bisa terkendalikan, kaya inul dia ngeliak ngeliuk, ya minggir mas ya, jangan sok jagoan malah sambil angkat satu tangan terus begaya koboi maenin lasso <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  TAPI! jangan juga terburu-buru, inget spion, pastikan dulu di samping tidak ada kendaraan lain (masa gini aja mesti diajarin). Dan yang paling penting, <strong>minggir ke tempat yang lumayan ramai</strong>, agak jauh dikit minggirnya asal selamat kan? Ini untuk <strong>menghindari penebar ranjau bermotivasi perampokan dan sejenisnya</strong>.</p>
</li>
<li><strong>Barang Berharga</strong>
<p>Hati-hati saat sudah menepi, walaupun kita sudah memilih tempat ramai, ada aja terkadang orang yang nekat. Jadi jangan sembarangan mengeluarkan HP, dompet, cincin berlian, brankas uang ataupun benda berharga lainnya. <strong>Biasakan simpan uang kecil di saku</strong> untuk keperluan mendadak seperti ini. Kalau memang perlu menelepon atau mengeluarkan dompet, pastikan dulu daerah sekeliling lumayan aman sambil pura2 memeriksa kondisi motor atau ban. Kalau perlu hentikan orang yang kebetulan lewat untuk pinjem HP nya. Eh, yg terakhir becanda ya, jangan di praktekin beneran <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</li>
<li><strong>Tukang Tambal Ban juga manusia</strong>
<p>Memang terkadang ada tukang tambal ban yang menjadi oknum penyebar ranjau paku, tapi janganlah kita berburuk sangka, karena belum tentu tukang tambal ban yang kita kunjungi itu orangnya. Mungkin saja dia suruh <abbr title="kebanyakan orang batak sih, hehe">lae-nya</abbr>, adeknya, abangnya atau temen-nya, intinya belum tentu dia toh. Jadi jangan kita jadi bersikap sinis karena curiga, ga mau kena ranjau paku ke-2 di muka kan? <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
</li>
<li><strong>Harga Jasa/Barang</strong>
<p>Sebelum ban motor mulai dikerjain, pastikan sudah tanya harganya, gw belum pernah denger sih kejadian dengan ganti atau tambal ban, tapi sudah pernah denger kasus dalam hal lain orang disuruh bayar super mahal setelah beres. Ini bisa dibilang perampokan terselubung, soalnya kalau ga mau bayar ranjau paku ke-2 siap beraksi <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<li><strong>Tetap Waspada</strong>
<p>Setelah ban dalem dilepas, tetap waspada. Saat pengecekan kebocoran, pastikan yang dikatakan bocor memang bocor, bukan akal2an dia untuk menambah biaya saja, tapi jangan terlalu menyebalkan juga cara waspadanya <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  inget mereka juga manusia <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  Berikutnya saat ban akan dipasang kembali, pastikan paku yang (biasanya) masih menempel pada ban luar sudah dicabut semua (bisa saja lebih dari satu)</p>
</li>
<li><strong>Ingat! Jangan Lupa</strong>
<p>Yang paling penting, setelah semua beres, jangan sampai lupa atau bahkan pura2 lupa untuk bayar! Sekali lagi gw ingetin ya, tukang tambel ban juga manusia lho <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  hehehe, horas lae!</p>
</li>
</ol>
<p>Sumber:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.google.com/search?q=ranjau+paku">Ranjau Paku</a></li>
<li><a href="http://www.google.com/search?q=menghindari+ranjau+paku">Menghindari Ranjau Paku</a></li>
<li><a href="http://www.google.com/search?q=tips+ranjau+paku">Tips Ranjau Paku</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2007/07/03/tips-menghindari-ranjau-paku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

