Posts Tagged ‘street life’

Proudful Foolishness

Share More

Sudah lama gak posting apa2 nih. Kerjaan sih sebenernya ga parah2 banget sibuknya. Tapi sudah 2 minggu ini gw ga kerja di rumah sendiri lagi. Rumah bos gw disetup jadi SOHO. Kebetulan bos atunya juga lagi di sini, jadi (mungkin) sementara ini gw berkantor di situ dulu. Nah, Masalahnya kantor (rumah bos) gw itu di daerah kemang, jadi sekitar 1 jam perjalanan naek motor. Kalo ditambah lama mandi, siap2, dll jadi 1,5 jam. Pulang pergi jadi 3 Jam sehari. Intinya gw kehilangan waktu 3 jam sehari di banding dulu, plus setelah pulang udah capek.

Nah, selama 2 minggu ini kembali aktif di jalanan, gw jd dapet bahan share. Tentang kebodohan yang membanggakan. Pernah gak ngalemin di klakson kendaraan lain di belakang kita, karena mereka pengen jalan di saat lampu lalu lintas masih merah. Banyak kendaraan khususnya motor yang merasa bahwa lampu merah itu tidak beda dengan lampu hias di pohon natal. Jalan kosong berarti boleh lewat, tidak peduli lagi ama lampu pohon natal itu. Lalu yang bodoh siapa ya?

(more…)

Sedia Payung sebelum Hujan

Share More

Sebuah peribahasa yang sangat terkenal di Indonesia. Anak-anak SD sudah pasti tahu apa arti dan maksudnya. Sayangnya, saat para guru mengingatkan mereka, saat yang bersamaan dunia mengajarkan mereka belajar melupakannya. Yah, mungkin bukan dunia, tapi lingkungan di Indonesia ini. Contohnya sih yang realistis aja, coba kita ingat2, di Jakarta, berapa kali dalam sehari kita bisa bertemu pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Yang lebih menyedihkan lagi, karena tidak menggunakan helm sering gw melihat pengendara di bawah umur. Memang ada yang baik dan hati-hati, tapi tidak jarang juga yang urakan dan sok jago.

Riding BikeMelihat ini sering membuat gw berpikir, saat gw jadi orang tua nanti, akankah gw biarkan anak gw membawa sepeda motor sebelum waktunya, apalagi kalau tidak pakai helm. Kalau melihat pengalaman gw sendiri dulu, gw belajar mengendarai mobil sebelum waktunya (belum cukup umur untuk punya SIM). Tapi dari zaman abang dan kakak2 gw belajar mobil sampai ke gw, bonyok selalu gak bosen2nya menekankan 2 hal:

  1. tidak ada hebatnya kalau bisa bawa mobil, kita cuma akan jadi sama dengan supir-supir lain, supir angkot, supir taxi, supir bus, ya supir.
  2. saat kita nyetir mobil, satu kaki di mobil, satu sudah di penjara, salah sedikit bisa-bisa langsung masuk penjara dua2nya. Jadi harus selalu hati-hati.

(more…)

Tips: Menghindari Ranjau Paku

Share More

Berbicara mengenai ranjau paku, gw yang memang pemula dalam mengendarai motor ini cukup punya banyak pengalaman (yg tidak bisa dibanggakan tentunya 😛 ) – Rekor “terbaik” ialah bocornya ban karena paku sebanyak 4 kali dalam sebulan di tempat yang berbeda. Pertama kena di rawa sari dekat kolam renang Arcici, pulang2 berenang sudah harus dorong motor lumayan jauh cari tukang tambal ban (soalnya tukang tambal ban terdekat orangnya lagi ga ada). Kedua kalinya di kemang pulang meeting dari Club Azur, begitu keluar langsung olang oleng ban udah bocor. Ketiga kena di Kelapa Gading Boulevard, akhirnya gw ganti ban dalem (untung bawa cadangan). Keempat yang paling barusan di jalan belakang ITC cempaka mas abis pulang ngapel. Ini paling bahaya karena kebetulan lagi jalan agak cepet. Hiks, ban dalem baru ane akhirnya langsung kena tambalan juga.

Intinya! Jangan terlalu percaya tips gw, karena terbukti gw sendiri belum bisa mengatasinya 😆 Tapi tetep gw akan share beberapa hal yg gw udah pelajari tentang ranjau paku nih (^_^) semoga bermanfaat.

So it is said that if you know your enemies and know yourself, you will win hundred times in hundred battles. If you only know yourself, but not your opponent, you win one and lose the next. If you do not know yourself or your enemy, you will always lose

(more…)