<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Sahat Tambunan &#187; indonesia</title>
	<atom:link href="http://blog.sahat-tambunan.com/tag/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sahat-tambunan.com</link>
	<description>my personal blog, a personal view of the global world</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Nov 2011 02:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Melirik RUU Pornografi</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 18:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang berbau porno memang sangat menjual ya, dalam bentuk RUU saja bisa menjadi bahan perdebatan dan berita yang hot di mana-mana (^_^) Saya sendiri sebenernya tidak terlalu tertarik. Tapi setelah mendengar dan membaca beragam pendapat yang saling bertentangan sepertinya seru juga. Sedikit tentang Pornografi Pornografi dalam wiki dijelaskan berasal dari bahasa Yunani pornographia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal yang berbau porno memang sangat menjual ya, dalam bentuk RUU saja bisa menjadi bahan perdebatan dan berita yang hot di mana-mana (^_^) Saya sendiri sebenernya tidak terlalu tertarik. Tapi setelah mendengar dan membaca beragam pendapat yang saling bertentangan sepertinya seru juga.</p>
<h3>Sedikit tentang Pornografi</h3>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi" target="_blank">Pornografi dalam wiki</a> dijelaskan berasal dari bahasa Yunani <em>pornographia</em> yang secara harafiah berarti <em>tulisan/gambar tentang pelacur</em>. Yang kemudian dijelaskan sebagai penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan <strong>tujuan</strong> membangkitkan rangsangan seksual. Sejarah membuktikan bahwa pornografi bukanlah hal baru di dunia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi#Pornografi_di_Indonesia" target="_blank">termasuk Indonesia</a>.</p>
<p>Sudah banyak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi#Pornografi_di_sejumlah_negara_lain" target="_blank">negara lain mengatur legalitas pornografi</a> sesuai dengan budaya dan nilai yang dimiliki oleh masing-masing negara. Saya sendiri berpendapat Indonesia perlu mengatur distribusi dan batas konsumsi pornografi. Eits, tapi bukan berarti saya Pro RUU Pornografi, dan juga bukan berarti saya kontra. </p>
<p><span id="more-284"></span></p>
<h3>Sedikit tentang RUU Pornografi</h3>
<p>Saya terkejut saat pertama mendengar hebohnya RUU mengenai pornografi, langsung timbul pertanyaan &#8220;Apakah sejak dulu tidak ada sama sekali UU yang mengatur hal ini?&#8221;. Sayangnya saya memang bukan orang yang fasih masalah hukum, UU dan sejenisnya. Tapi sangat sering saya dengar/baca pendapat dari kubu kontra RUU Pornografi bahwa sudah ada UU yang cukup efektif untuk mengatur masalah pornografi, katanya sih hanya pengaplikasiannya saja yang tidak ketat (entah mengapa sepertinya terdengar sangat tidak mengejutkan).</p>
<p><strong>Cara pandang kita akan mempengaruhi keputusan dan tindakan kita</strong>. Saya bisa memiliki banyak nama panggilan di banyak tempat, tapi perbedaan nama tidak akan merubah perilaku saya karena saya masih memandang apapun dengan cara yang sama. RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi diganti nama menjadi RUU Pornografi, sekilas seolah ada perubahan dari penolakan menjadi pengaturan, tapi tanpa adanya perubahan cara pandang dari para perancang hasilnya akan sama saja.</p>
<h3>Pornografi dan Tindakan Kriminal Seks</h3>
<p>Beberapa perdebatan mengemukakan bahwa <em>peng-antian</em> pornografi diharapkan dapat menurunkan jumlah tindakan kriminal seks. Fakta memang memperlihatkan bahwa ada pelaku kriminal seks (bahkan anak-anak) yang terdorong oleh hasratnya saat mengkonsumsi film porno. Tapi mari tidak berhenti menggali dan merasa puas hanya sampai di situ. Saya menantang pengadaan survey untuk mendapatkan jumlah pengkonsumsi beragam materi pornografi di Indonesia, dan saya yakin kita bisa mendapatkan nilai yang sangat tinggi. Bahkan akan sangat tinggi bila kita bandingkan dengan jumlah pelaku tindakan kriminal seks. Hasil survey ini mungkin bisa memperkuat pendapat saya bahwa ada faktor lain yang lebih kuat sebagai pendorong para pelaku kriminal seks, yang saya percaya ialah faktor psikologis (sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya).</p>
<h3>Sedikit Menyimpulkan Sendiri</h3>
<p>Apa masalah terbesar zaman ini dalam pengaturan pornografi? Jawaban saya ialah internet. Dalam dunia maya tanpa batas ini hampir tidak mungkin menciptakan ruangan dengan aturan khusus yang tak bercelah. Kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita bahwa <strong>kunci utama ada pada pengendalian diri masing-masing</strong>.</p>
<p>Jadi bila pornografi hanyalah pemicu, maka kunci utama inilah yang menentukan kelahiran seorang pelaku kriminal seks. Ya pa gak ya? (^_^) kaburrrr&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila BBM harus naik</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 16:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini ialah hari peringatan 1 abad kebangkitan nasional, seluruh stasiun TV nasional secara serempak menyiarkan perayaan yang diadakan di Senayan, Jakarta. Bukan karena kurangnya rasa kebangsaan, kebetulan saya tidak bisa ikut menyaksikan karena sedang berada di luar rumah saat itu. Tapi jujur, mungkin juga karena rasa kebangsaan saya yang kurang, saya sendiri hampir lupa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini ialah hari peringatan 1 abad kebangkitan nasional, seluruh stasiun TV nasional secara serempak menyiarkan perayaan yang diadakan di Senayan, Jakarta. Bukan karena kurangnya rasa kebangsaan, kebetulan saya tidak bisa ikut menyaksikan karena sedang berada di luar rumah saat itu. Tapi jujur, mungkin juga karena rasa kebangsaan saya yang kurang, saya sendiri hampir lupa dengan hari kebangkitan nasional. Biasanya yang paling mudah kita ingat itu perayaan-perayaan yang ada liburnya saja (^_^)</p>
<p>Yah, selamat hari kebangkitan deh buat kita. <strong>Dan sepertinya selain rasa nasionalisme ada satu lagi yang akan bangkit dalam waktu dekat, Harga BBM</strong> <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  hehehe. Kalau untuk yang satu ini saya ga bisa kasih selamat. Kalau BBM naek, semua harga juga naek. Syukur-syukur kalau gaji ikut naik. Toh itupun tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik, hanya kembali normal karena semua harga juga sudah naik.</p>
<p>Gejolak? Pasti. Dalam keadaan apapun kenaikan harga BBM tidak mungkin tidak menimbulkan gejolak. Hanya saja, sangat disayangkan, karena sebenarnya ada 1 cara yang bisa membuat rakyat lebih ikhlas menerima kebijakan ini. Sangat sederhana, <strong>pemerintahan yang bersih dan terpercaya</strong>. Seandainya kita sebagai rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah bekerja dengan jujur, efisien dan maksimal dalam segala aspek. Dari posisi terendah sampai tertinggi. Dan korupsi, kolusi dan nepotisme hanya menjadi ulah dari sebagian kecil orang dan dapat disebut sebagai oknum, bukan lagi kerusakan sistem yang menyebar seperti coklat di kue tart. Seandainya saat kita melangkah masuk ke kantor-kantor pemerintahan kita dapat merasakan pelayanan yang sangat memuaskan, tanpa menghawatirkan permintaan <em>&#8220;pajak&#8221;</em> tak tercatat, atau birokrasi indah yang tak perlu.</p>
<p>Saya ulang sedikit, bila rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah sudah mentok, bahwa semua tindakan sudah efisien, semua usaha sudah maksimal, tidak ada lagi pemborosan yang tak perlu menggunakan uang rakyat, atau <em>&#8220;pajak&#8221;</em> pemotongan tak jelas, atau mark-up gila-gilaan yang sangat tidak masuk akal, seandainya&#8230; Maka saya yakin, gejolak yang timbul juga tidak akan besar. Maka saya sendiri akan menenangkan diri saya juga orang-orang di sekitar saya, bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa di pangkas, sudah tidak ada jalan lain, harga BBM harus naik, dan kita harus belajar menerima kebijakan itu.</p>
<p>Yah, bila BBM harus naik&#8230; seandainya saja saat itu kita sudah merasakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

