Barang Empuk
Apa yang terpikir kalau denger kata barang empuk? Umumnya sih bantal, kasur, sofa dan mungkin… maaf satunya tidak bisa saya sebutkan (..,) maklum saya orangnya pemalu
hehe
Tapi sejak 2 tahun lalu, barang empuk sudah menjadi kata yang spesial buat saya. Tapi artinya bukanlah salah satu dari hal umum yang saya sebutkan di atas. Barang empuk ialah kata yang keluar ketika saya dan Chenz sedang ngobrol di YM membahas apa terjemahan santai (baca: asal) dari kata software. Ya, jadi barang empuk yang saya maksud ialah perangkat lunak.
Saat itu saya mulai berpikir tentang sebuah proyek idealis, yang lahir karena motivasi terhadap kondisi kritis yang sedang dialami Bangsa kita. Saya pun menuangkan ide itu dan mengajak chenz berdiskusi. Sebagai sesama developer yang banyak menghasilkan produk-produk abstrak, kami merasa prihatin terhadap semakin dianggap biasanya penggunaan barang bajakan, khususnya barang empuk. Bayangkan seandainya kita harus membeli barang empuk dengan harga aslinya, maka akan terbuka lahan besar bagi para developer/programmer Bangsa untuk memasarkan aplikasi lokal dengan fitur yang cukup memenuhi kebutuhan dan harga yang terjangkau.

I’ve made S-VCD/VCD several times, but this is my first experience creating a DVD-Video. DVD is commonly known as Digital Video Disc, which has really confused me when saying DVD-Video (Digital Video Disc – Video??? hehe…). But just before writing this post, I’ve googled for