Archive for Category ‘Parentings’

Pengalaman Kami Mencoba VBAC

Share More

Buat yang belum tau apa itu VBAC, mungkin bisa baca dulu post sebelumnya. Seperti yang saya janjikan di post tersebut, sekarang saya akan share pengalaman pribadi kami saat mencoba VBAC.

Diawali dengan cek kehamilan oleh istri saya dengan hasil positif dan sedikit info mengenai VBAC yang kami temukan di internet, kami mulai menyempitkan beberapa pilihan dokter kandungan dan akhirnya memutuskan untuk mencoba konsultasi pertama dengan seorang dokter kandungan di sebuah klinik bersalin water birth. Kami merasa senang dari saat pertama kali masuk ke ruang tunggu dan mendaftarkan diri karena dalam ruangan itu kami sudah bisa temukan beberapa informasi mengenai VBAC yang bahkan menurut saya sedikit persuasif.

Rasa senang pun semakin meningkat saat konsultasi karena dokter tersebut sangat mengerti dan bahkan berpengalaman membantu proses VBAC. Beliau juda dengan tenang memberi info yang sangat jelas mengenai resiko dan tindakan apa yang harus diambil pada kondisi darurat. Kami pulang dari klinik tersebut dengan puas dan memutuskan untuk melanjutkan kontrol rutin sekaligus proses VBAC di klinik tersebut.

Minggu demi minggu berlalu dan kontrol kami lakukan secara rutin. Terkadang terasa lama, tapi terkadang seperti begitu cepat. Akhirnya kami memasuki minggu-minggu terakhir dengan sedikit gugup. Semua persiapan sudah lengkap tapi rasa khawatir tidak dapat kami pupus habis. Mengingat kelahiran anak pertama kami yang sedikit lebih awal dari perkiraan maka persiapan untuk kelahiran kedua ini juga sudah kami siapkan cukup awal.

(more…)

Melahirkan Normal setelah Operasi Caesar (VBAC)

Share More

VBAC CartoonSebenarnya sudah lama mau berbagi pengalaman ini, sejak kelahiran anak kedua kami Ben sekitar 8 bulan yang lalu. Tapi karena berbagai kesibukan akhirnya baru sempat di-share sekarang. Saya rasa istilah operasi caesar sudah sangat akrab dengan kita. Kalau saya mengingat beberapa teman atau relatif yang sudah punya anak, sekitar 50% pernah melalui proses tersebut. Penyebabnya pun beragam, tapi secara sederhana bisa kita kelompokkan menjadi 2, yang memang direncanakan dan yang tidak.

Keluarga kecil kami pun tidak luput dari proses ini dan kebetulan kami termasuk kelompok kedua. Kami ingin melalui proses normal karena percaya akan lebih baik bagi ibu maupun anak serta biaya yang lebih terjangkau. Sayangnya, di saat2 terakhir kami dengan sedikit berat hati memutuskan untuk operasi. 2 tahun setelah kelahiran anak pertama istri saya pun hamil kembali. Kami masih berharap kali ini bisa melalui proses normal. Sayapun mulai mencari informasi di internet dan akhirnya mengenal istilah VBAC (Vaginal Birth after Caesarian).

(more…)

How to Say Dont to My Children?

Share More

I haven’t made any survey nor having any real statistic report, but I believe that this is a question that tickles any parents in the whole world in all era. In the end, each parent will find their own answer and we can even see them as live examples all around us.

I don’t believe there is a right or wrong answer for this question. What’s work for a child might not work for another. So I’ll just share how I try to answer this question. I always try to put myself in somebody elses shoes before starting to judge them. So by instinct I would just do the same when I interact with my children.

I think you should know that I’m not an experienced parent. I currently only have a 2.5 years old boy and an upcoming new baby at the end of this year. But hey, you could have 20 children and still not doing it right every time. You can’t wait until you have lots of children and learn from each children for years, it would have been too late until you finally find your perfect answer. Well, I believe we already have the necessary experience. Don’t forget that we were once children (as a matter a fact we’re still are). We should use our own experience as a child. The key is not to copy it, but to learn from it. What was our parents method and how did we react to it.

(more…)

Bercak Bintik Merah pada Bayi setelah Demam

Share More

Hari kamis minggu lalu uly telepon memberi kabar bahwa lex tiba-tiba demam. Suhu lex mulai naik sampai 38,4 °C. Pertolongan pertama sesuai anjuran dokter kami berikan parasetamol untuk menurunkan panas. Karena panas tidak kunjung turun maka saya pulang kantor agak cepat dan kami segera ke dokter. Dokter melihat tenggorokan lex agak merah, jadi kami pulang dengan 1 obat puyer dan 1 obat sirup untuk mengobati radang tenggorokan.

Besoknya ternyata panas lex kembali naik hingga diatas 39 °C. Kali ini uly menghubungi dokter lewat telepon dan dianjurkan menggunakan ibuprofen menggantikan parasetamol sebagai penurun demam. Panas lex pun berangsur turun.

Hari ketiga, paginya lex masih agak hangat. Untungnya hari sabtu, jadi aku bisa ikut jaga lex seharian. Sorenya kami mulai lebih tenang karena panas lex semakin turun.

(more…)