Archive for Category ‘Life’

Bercak Bintik Merah pada Bayi setelah Demam

Share More

Hari kamis minggu lalu uly telepon memberi kabar bahwa lex tiba-tiba demam. Suhu lex mulai naik sampai 38,4 °C. Pertolongan pertama sesuai anjuran dokter kami berikan parasetamol untuk menurunkan panas. Karena panas tidak kunjung turun maka saya pulang kantor agak cepat dan kami segera ke dokter. Dokter melihat tenggorokan lex agak merah, jadi kami pulang dengan 1 obat puyer dan 1 obat sirup untuk mengobati radang tenggorokan.

Besoknya ternyata panas lex kembali naik hingga diatas 39 °C. Kali ini uly menghubungi dokter lewat telepon dan dianjurkan menggunakan ibuprofen menggantikan parasetamol sebagai penurun demam. Panas lex pun berangsur turun.

Hari ketiga, paginya lex masih agak hangat. Untungnya hari sabtu, jadi aku bisa ikut jaga lex seharian. Sorenya kami mulai lebih tenang karena panas lex semakin turun.

(more…)

Love and the journey of life

Share More

Hari ini waktu lagi cari2 note tiba2 nemu file lama yg isinya seperti di bawah ini…

Love and the journey of life

in my search of love, i’ve failed
in the journey of life, i lost faith
years of life, searching for one
only to find, the love behind

in your search of love, you cried
in the journey of life, you seek light
living your life, wondering why
never find the one, your love you

in our search of love, We sacrificed
in our journey of life, did we find the one?

until love, finally found us…

Udah lupa waktu nulis dulu lagi mikirin apaan, jadi udah lupa juga artinya apaan. Di coba baca2 lagi jg masih tetep aja bingung :-P hehe, au ah. Berhubung belum sempet bikin post baru jd post iseng2 dulu aja deh (^_^)

Bali Tour 3, Kebun Raya Bedugul

Share More

Lex n Mon Laughing

At last! We finally had another Bali Tour after almost 1 year since our last one (^_^) If you curious about our previous tours, do check our 1st Bali Tour to Tanah Lot and 2nd Bali Tour to Uluwatu. So as the title suggest, this is our 3rd tour of Bali and this time we went to Kebun Raya Bedugul (KRB).

Photos at KRB 1KRB is a botanical garden located in Bedugul. It’s not actually the real name, but some people just call it that way because it’s located in Bedugul. Its real name is Kebun Raya Eka Karya. Honestly, before we went there, I didn’t really know what to expect from a botanical garden. I’ve never been on one before. So, I wasn’t sure how fun this trip would be. We started the tour a bit late in the afternoon. I think we leaved the house around 1 O’clock. There’s also something different with this tour. If there’s just me n my wife in our previous tours, this time there are 5 of us! No, no, we’re not having triplets :-P hehehe… It’s me, uly, lex, uly’s mom and uly’s brother.

Bedugul is about 2 hours of driving from our home. Quite far, but we did enjoy the trip. Driving through green areas is always a good refreshing for the eyes. Plus the weather was clear during the trip. We arrived there around 3 O’clock. Unfortunately, rain fall exactly on our arrival. It was just a light one, but we didn’t want to put Lex on any risk. So we drive around slowly hoping the rain would stop any minute, and thank God it does :-)

(more…)

Lex Pasca Operasi

Share More

Lex bobo pasca operasiKemarin-kemarin saya sudah share masa-masa sulit operasi hernia buat Lex, dari saat pengecekan pertama ke dokter, sampai sehari sebelum operasi. Terima kasih buat keluarga dan temen2 semua yang udah kasih support dan perhatian baik secara langsung, telepon, facebook dan comment di sini. Oh iya, special thanks jg buat blih yande yang bahkan sempat melakukan investigasi terhadap dokternya beberapa waktu yg lalu (^_^)

Sedikit share mengenai proses saat operasi berlangsung, kami hanya bisa berdiam menunggu di luar ruangan operasi, mencoba untuk menekan semua rasa khawatir. Tapi ternyata saat paling berat ialah tepat setelah operasi, saat kami menemui Lex di ruang pemulihan. Dia sudah sadar dan terus menangis. Hancur rasanya hati kami melihat Lex terbaring menangis dengan bekas luka operasi dan infus di kaki. Tapi dokter tidak langsung mengijinkan kami memeluk Lex. Untungnya tidak lama, setelah kira-kira 15/30 menit akhirnya dokter memberi ijin memeluk dan menyusui. Saat diangkat dan di peluk oleh uly seketika itu juga tangis Lex terhenti. Saya seperti bisa merasakan bahwa dia takut dikelilingi oleh orang2 tak di kenal di tempat yg yg tak di kenal dan entah diapakan.

Yak! Tapi cukup sampai di situ cerita susahnya, karena sekarang sudah hampir 2 minggu lewat dari saat operasi Lex dan saat ini Lex sudah sangat sehat segar bugar pulih total dengan kondisi fit 100% tidak kurang suatu apapun (^_^) Jadi sekali lagi terima kasih banyak untuk semua dukungannya, saya doakan teman2 yang akan/sudah punya bayi tetap sehat selalu.

:-) Salam…

Besok Operasi Hernia

Share More

Menyambung kisah hernia dan lex, sabtu minggu lalu kami kembali periksa ke dr D. Saya sendiri sudah mendapat lumayan banyak informasi mengenai hernia pada bayi. Berdasarkan informasi tersebut dan melihat kondisi hernia lex yang semakin besar dan semakin turun, saya akhirnya bersiap diri akan kemungkinan operasi. Sebelum berangkat saya juga mengingatkan uly untuk bersiap seandainya dr menganjurkan operasi.

Ternyata sesuai dugaan, setelah melihat perkembangan hernia lex, dr D menyarankan dilakukan operasi. Beresiko bila kondisi ini dibiarkan, karena usus sudah turun semakin banyak dan semakin jauh ke bawah. Besoknya sesuai anjuran dr D, kami melakukan pengecekan biaya operasi hernia di RSPB. Jujur angkanya cukup bikin kaget. Ada sedikit penyesalan juga sih karena kami belum ikut asuransi. Tapi tidak apa2, karena kami ingin yang terbaik bagi lex semampu kami, supaya lex terus tumbuh sehat dan kuat :-)

Beberapa hari kami mengatur budget untuk biaya operasi. Setelah budget jelas untuk perkiraan biaya berikut buffer, kami kembali menghubungi dr D untuk jadwal operasi dan pertemuan dengan dr bedah anak. Lucunya nama dokter bedahnya hampir sama dengan dr D. Inisialnya dr D2 :-P Jadilah kami sore ini bertemu dengan dr D2 di RSSH. dr D2 masih terlihat lumayan muda (atau awet muda). Sekali lagi kami mendapatkan penjelesan terperinci mengenai hernia, tapi kali ini plus penjelasan mengenai tindakan operasi yang akan diambil. Beliau juga memastikan apakah kondisi lex baik dan aman untuk operasi.

Besok pukul 8 pagi kami sudah harus di RS untuk cek lab dan menerima himbauan puasa buat lex (hanya boleh minum air putih). Operasi sendiri akan dilaksanakan sekitar pukul 2 siang, dan diprediksikan berjalan selama setengah sampai satu jam. Karena lex masih bayi, dr meminta untuk pengecekan kondisi sampai besoknya. Jadi kami harus menginap satu malam di RS. Yah, paling tidak saya bisa kembali mencicipi masakan RS yang enak nih (suer, masakan di RSPB enak2) :-P hehe. Mohon doanya ya supaya operasi berjalan lancar, dari persiapan sampai semua tindakan pasca operasi.

Gute Nacht, liebe Freunde :-)

Waspadai Hernia pada Bayi

Share More

Sore ini kami pulang dari dokter dengan lesu, saya dan uly lebih banyak diam dan tenggelam dalam pikiran kami masing-masing. Suasana rumah di akhir pekan pun menjadi agak suram. Kabar dari dokter bahwa lex menderita hernia sangat mempengaruhi kami.

Hari ini sudah saatnya lex mendapatkan suntikan lanjutan imunisasinya. Sebenernya jadwalnya sih kemarin, tapi karena kami mencari waktu saat saya libur (sabtu), kami akhirnya mencari dokter lain yang jadwal prakteknya cocok. Setiba di rumah sakit kami harus memilih antara dua dokter, yaitu dr. Y dengan antrian sudah 16 pasien (dan masih belum ada yg diperiksa) dan dr. K dimana kami dapat langsung diperiksa. Wah, mau menunggu sampai 16 pasien sepertinya sangat tidak mungkin, tapi ragu juga dengan dr. K yang (ko berbeda sangat jauh karena) belum ada pasien ini. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk menemui dr. K. Penampilan beliau sangat rapi, senyum penyambutannya pun cukup hangat.

Setelah pemeriksaan rutin, kami menanyakan adanya benjolan yang timbul pada bagian bawah perut lex sebelah kiri. Benjolan ini akan mengeras saat dia menangis, dan kembali kempes saat dia tidur/tenang. Setelah memeriksa dokter mulai menjelaskan mengenai hernia. Kami lumayan terkejut mendengar penjelasannya dengan beragam istilah rumit yang tidak kami mengerti. Tapi ternyata kejutan itu baru seperempat dari kejutan berikutnya, saat kami diberitahukan bahwa operasi ialah jalan satu2nya untuk kesembuhan. Saya tidak bisa membayangkan kalau lex dalam usia sedini ini sudah harus masuk ke ruang operasi. Dari ekspresi uly saya yakin dia juga memikirkan hal yang sama. Saya mencoba menanyakan alternatif lain yang mungkin diambil, tapi dr. K cukup tegas menyatakan bahwa operasi harus dilakukan. Setelah imunisasi selesai, beliau memberikan surat pengantar untuk kami bawa ke dr. rekanan-nya yang bisa melakukan pembedahan. Sesaat sebelum kami pulang pun beliau sempat berkomentar bahwa lex “pasti” harus di operasi.

Keluar dari RS saya dan uly hanya bisa saling melihat terdiam. Kami seperti belum berani mengutarakan isi hati dan pikiran kami masing-masing. Sejujurnya, yang saya rasakan saat itu ialah kesal dan (sedikit) tidak percaya pada dr. tersebut. Sementara uly sepertinya merasa sangat sedih dan bingung. Setelah diskusi akhirnya kami memutuskan untuk mencari 2nd opinion dari dokter lain (bukan dari dokter rekanan yang disarankan). Kami putuskan malam ini untuk mencari informasi sebanyak2nya tentang hernia, dan besok kami sudah harus mendapatkan 2nd opinion tersebut. Meski kami sudah mengambil keputusan, tetap sesampai di rumah kami lebih banyak berdiam.

(more…)

Penjahat ko Jahat ya?

Share More

Bali ialah daerah yang relatif aman, terlebih bila kita bandingkan dengan Jakarta. Saya merasa lebih tenang saat meninggalkan motor saya di parkiran atau mungkin laptop di mobil. Saat berkendara juga jauh lebih nyaman karena umumnya pengguna jalan tidak terburu waktu seperti para penghuni Jakarta.

Tapi memang dunia tak seindah surga, tidak ada yang sempurna. Seaman-amannya Bali, penjahat tetap ada. Yah, walaupun saya bukanlah korban langsung, kejahatan tetap saja menjadi cerita yang meng-eneg-kan hati. Jadi begini ceritanya…

(more…)