<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Sahat Tambunan &#187; Idea</title>
	<atom:link href="http://blog.sahat-tambunan.com/category/idea/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sahat-tambunan.com</link>
	<description>my personal blog, a personal view of the global world</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jun 2010 16:35:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Love and the journey of life</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/08/11/love-and-the-journey-of-life/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/08/11/love-and-the-journey-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 17:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini waktu lagi cari2 note tiba2 nemu file lama yg isinya seperti di bawah ini&#8230;

Love and the journey of life
in my search of love, i&#8217;ve failed
in the journey of life, i lost faith
years of life, searching for one
only to find, the love behind
in your search of love, you cried
in the journey of life, you [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini waktu lagi cari2 note tiba2 nemu file lama yg isinya seperti di bawah ini&#8230;</p>
<blockquote><p>
<strong>Love and the journey of life</strong></p>
<p>in my search of love, i&#8217;ve failed<br />
in the journey of life, i lost faith<br />
years of life, searching for one<br />
only to find, the love behind</p>
<p>in your search of love, you cried<br />
in the journey of life, you seek light<br />
living your life, wondering why<br />
never find the one, your love you </p>
<p>in our search of love, We sacrificed<br />
in our journey of life, did we find the one?</p>
<p><em>until love, finally found us&#8230;</em>
</p></blockquote>
<p>Udah lupa waktu nulis dulu lagi mikirin apaan, jadi udah lupa juga artinya apaan. Di coba baca2 lagi jg masih tetep aja bingung <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  hehe, au ah. Berhubung belum sempet bikin post baru jd post iseng2 dulu aja deh (^_^)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/08/11/love-and-the-journey-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekatan untuk Menjauhkan Iframe Injection</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/07/28/pendekatan-untuk-menjauhkan-iframe-injection/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/07/28/pendekatan-untuk-menjauhkan-iframe-injection/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 17:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Share Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[web development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung post terakhir mengenai perkenalan dengan iframe injection, kunci utama yang harus kita perhatikan terletak pada poin kedua dari 8 kesimpulan yang saya share. Tidak pernah terbayangkan oleh saya data account FTP kami bisa sampai bocor, tapi faktanya itulah yang terjadi. Agar bisa menentukan pendekatan apa yang perlu kita lakukan untuk menjauhi iframe injection kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung post terakhir mengenai <a href="http://blog.sahat-tambunan.com/2009/07/24/berkenalan-dengan-iframe-injection/">perkenalan dengan iframe injection</a>, kunci utama yang harus kita perhatikan terletak pada poin kedua dari 8 kesimpulan yang saya share. Tidak pernah terbayangkan oleh saya data account FTP kami bisa sampai bocor, tapi faktanya itulah yang terjadi. Agar bisa menentukan pendekatan apa yang perlu kita lakukan untuk menjauhi iframe injection kita perlu lebih tahu mengenai segala kemungkinan penyebab kebocoran dan teknik pencurian data account FTP tersebut.</p>
<h3>Siapa yang mencuri data account FTP?</h3>
<p>Komputer tim kami yang memiliki data account FTP seharusnya cukup terjaga dalam hal keamanan. Saya sendiri tidak bisa percaya adanya kebocoran data account FTP sebelum akhirnya benar-benar terbukti dari log FTP. Lalu bagaimana data tersebut dapat bocor? Seperti yang saya informasikan pada post sebelumnya juga, saya bukan seorang ahli di bidang keamanan. Berdasarkan logika ada 3 kemungkinan penyebab kebocoran, berikut saya urutkan berdasarkan kemungkinan tertinggi:</p>
<ol>
<li>Ada Malware yang berhasil menyusup ke komputer Tim</li>
<li>Hosting Server terkena hack dan data FTP tercuri</li>
<li>Serangan langsung ke jaringan kantor untuk mencuri data FTP</li>
</ol>
<p>Karena serangan iframe injection lebih bersifat massal maka kemungkinan ketiga dapat kita abaikan. Karena kemungkinan kedua ialah perbaikan yang harus dilakukan oleh pihak hosting, maka tidak akan saya bahas di sini. Jadi pendekatan yang akan kita lakukan untuk menjauhkan web kita dari iframe injection ialah berdasarkan kemungkinan pertama, yaitu Malware.</p>
<p><span id="more-423"></span></p>
<h3>Bagaimana data account FTP bisa tercuri?</h3>
<p>Menurut wiki Malware ialah singkatan dari <em>malicious software</em>. Mungkin singkatnya bisa kita artikan sebagai barangempuk (software) yang jahat. Lalu bagaimana cara malware tersebut berhasil mencuri data account FTP? Ada 3 teknik pencurian yang saya tahu mungkin dilakukan, berikut saya urutkan berdasarkan kemungkinan terendah:</p>
<ol>
<li><strong>Merekam penggunaan keyboard (keylogging)</strong>
<p>Salah satu teknik pencurian account ialah dengan merekam data penggunaan keyboard sebuah komputer. Tapi sebenernya kurang tepat bila malware menggunakan metode ini untuk mencuri data account FTP, terutama karena hampir semua <em>FTP Client</em> dapat menyimpan data tersebut sehingga user tidak perlu lagi melakukan pengetikan user dan password pada setiap akses. Jadi sangat kecil kemungkinan bahwa teknik ini yang digunakan.</p>
</li>
<li><strong>Mencuri data Server dari FTP Client</strong>
<p>Karena hampir semua <em>FTP Client</em> dapat menyimpan data account FTP, teknik ini lebih masuk akal dari pada keylogging. Tapi masih lumayan rumit untuk diterapkan karena setiap <em>FTP Client</em> memiliki cara penyimpanan sendiri yang pasti tidak sama.</p>
</li>
<li><strong>Mengendus koneksi FTP (sniffing)</strong>
<p>Cara ini yang paling mudah dan mungkin dilakukan oleh Malware. Dia tidak perlu repot-repot mencari <em>FTP Client</em> apa yg ada pada sebuah komputer serta mencari tahu bagaimana penyimpanan data account FTP. Cukup menunggu adanya koneksi FTP dan syut, data account FTP yang dikirimkan bisa langsung dicopet.</p>
</li>
</ol>
<h3>Amankan data account FTP kita sekarang!</h3>
<blockquote><p>&#8220;Anda bisa jadi korban berikutnya!&#8221;</p></blockquote>
<p>Itulah slogan yang akhir-akhir ini sering kita lihat di TV dalam iklan memerangi terorisme (^_^) Jadi bagaimana cara mengamankan data account FTP kita? Saya menerapkan pendekatan menjadi 9 poin dalam 3 tingkatan:</p>
<p><strong>PERTAMA, amankan semua komputer dari malware.</strong></p>
<ol start="1">
<li>Gunakan AntiVirus yang ampuh, terpercaya dan mudah untuk diupdate.</li>
<li>Pastikan Browser selalu terupdate untuk mencegah adanya celah keamanan dari versi lama. Bila ingin menguji kompatibilitas web dengan browser versi lama, gunakanlah komputer lain untuk pengujian.</li>
<li>Jangan abaikan peringatan keamanan dari browser/antivirus saat mengakses suatu web meskipun web itu ialah milih perusahaan yang sangat kita percaya atau bahkan pemerintah. </li>
</ol>
<p><strong>KEDUA, seandainya masih lolos, minimalkan kemungkinan tercurinya data.</strong></p>
<ol start="4">
<li>Cara paling ekstrim ialah jangan pernah menyimpan password. Ini memang salah satu alternatif yang bisa kita pilih, tapi saya rasa kurang praktis.</li>
<li>Gunakan FTP Client yang tidak menyimpan password secara polos. Saya tidak sempat menguji atau mencari sebanyak-banyaknya, tapi saya tahu <a href="http://www.coreftp.com/" target="_blank">Core FTP</a> ialah salah satunya.</li>
<li>Selalu gunakan koneksi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/SSH_File_Transfer_Protocol" target="_blank">SFTP</a> (SSH FTP/Secure FTP). Koneksi FTP biasa mengirimkan data account FTP secara polos sehingga akan sangat mudah di curi. Koneksi SFTP terenkripsi sehingga jauh lebih aman. Pastikan FTP Server dan Client anda keduanya mendukung koneksi tersebut.</li>
</ol>
<p><strong>KETIGA, seandainya masih juga tercuri, minimalkan dampak penyerangan.</strong></p>
<ol start="7">
<li>Bagi yang memiliki lebih dari satu web pada satu server, buatlah data account FTP terpisah untuk masing-masing web. Ini akan memperkecil dampak serangan. Bila salah satu data bocor maka tidak semua web kita langsung terserang.</li>
<li>Bila perlu buatlah folder dummy dengan file dummy untuk menyerap serangan. Sebagai contoh, untuk berjaga-jaga pada folder web utama saya membuat folder dummy yang berisi banyak subfolder dan total 1000 file index.php. Dummy file tersebut akan mampu menyerap serangan jauh diatas batas maksimal penyerangan iframe injection yang sudah kita ketahui.</li>
<li>Untuk mengetahui dengan mudah siapa yang data account FTP-nya tercuri dalam tim kita, buatlah data account FTP untuk masing-masing user. Hindari menggunakan account FTP yang sama pada lebih dari 1 komputer.</li>
</ol>
<p>Pendekatan diatas akan cukup ampuh untuk menjauhkan kita dari iframe injection. Tapi tetaplah waspada, karena kejahatan selalu dapat terjadi karena adanya kesempatan <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Apa ada yang sudah terlanjur terserang? Tindakan apa yang harus segera dilakukan? Akan saya share di post berikutnya <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/07/28/pendekatan-untuk-menjauhkan-iframe-injection/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do you speak (the right) love languages?</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/04/01/do-you-speak-the-right-love-languages/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/04/01/do-you-speak-the-right-love-languages/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 18:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[I have some ideas to write today, but I couldn&#8217;t decide which to prioritize. Akhirnya setelah sedikit blogwalking, I get inspired by yaya post about love and marriage. So I decided to post this one first. It came while I was having a conversation with a relative a few days ago. He shared about the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I have some ideas to write today, but I couldn&#8217;t decide which to prioritize. Akhirnya setelah sedikit blogwalking, I get inspired by <a href="http://cahayadihati.wordpress.com/2009/03/19/menyalakan-kembali-api-cinta/" target="_blank">yaya post about love and marriage</a>. So I decided to post this one first. It came while I was having a conversation with a relative a few days ago. He shared about the <a href="http://www.fivelovelanguages.com/" target="_blank">Five Love Languages</a> which I found out later is originally introduced by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gary_Chapman_(author)" target="_blank">Gary Chapman</a>. </p>
<p>What would you have in mind when you hear the term &#8220;Love Languages&#8221;? Yang pasti Bahasa adalah salah satu <em>media</em> yang digunakan oleh manusia untuk saling berkomunikasi. So if I try to define &#8220;Love Languages&#8221; with my own words, It would be a media to communicate your love to others. Which in a couple perspective, that would be to your spouse. <strong>O iya, sebelum lanjut mohon maaf if I use bilingual campur2 dalam posting kali ini ya, lagi bener2 iseng aja</strong> <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  hehehe</p>
<p>I personally believe that communication plays a very big role in all sides of our life. Dalam lingkungan pekerjaan misalnya, sebaik apapun kerja kita, bila kita tidak dapat mengkomunikasikannya dengan baik pada atasan, kita mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Contoh lain dalam love life, distance could seperate couples phisically but good communication could become a key to keep them together. Thus, the same rule applied also to the opposite condition. Couples who live together but having bad communication could end up destroying their relationships.</p>
<p>So Dale (my relative) explain to me about the five languages of love that day. I didn&#8217;t catch all directly at that time, so I took some times to reread them in <a href="http://fivelovelanguages.com/" target="_blank">The Five Love Languages website</a>. Intinya sih, ada 5 bahasa cinta, yang semuanya baik dan patut dipakai dalam sebuah hubungan kasih. But the most important point is, the value of each language are differ to everyone. So we need to know which one is most valued by our spouse. A couple need to speak the right language of love untuk pasangannya. This is what I believe as a good communication in love. Contohnya, you can spend your whole life trying to assure your wife how much you still love her, but if you didn&#8217;t say it the the way she wants you to, she might would never understand that. </p>
<p>Jadi&#8230; apa saja kelima bahasa cinta tersebut?</p>
<p><span id="more-369"></span></p>
<ol>
<li><strong>Words of Affirmation</strong>
<p><img src="http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2009/03/love-languages-1-woa.jpg" alt="Lex thinking what to say" title="Lex thinking what to say" style="float:left;margin-right:10px;" />Sangat menyenangkan saat kita menerima pujian dari orang lain. Terkadang karena hasil kerja kita yang baik, atau mungkin hanya karena penampilan kita yang menurut mereka menarik. Inti dari bahasa ini ialah mengungkapkan perasaan cinta kita secara verbal. Tidak harus jadi pujangga atau quote sana sini, ada banyak contoh ungkapan cinta seperti &#8220;Kamu terlihat cantik sekali malam ini&#8221;, atau &#8220;Ini kue terenak yang pernah saya makan&#8221;, atau &#8220;Tidak ada pria sebahagia saya di dunia ini&#8221;. Yang penting dalam penyampaian ungkapan ini ialah ketulusan hati. There are people that take verbal compliments very very encouraging. Do you?</p>
</li>
<li><strong>Quality Time</strong>
<p><img src="http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2009/04/love-languages-2-qt.jpg" alt="Traveling to Ubud" title="Traveling to Ubud" style="float:left;margin-right:10px;" />Untuk yang sudah jadi suami istri biasanya suka ada <em>adegan pillow talk</em> (^_^) Menghabiskan waktu bersama di atas tempat tidur sambil berbincang ringan. Tapi, sayangnya agak susah di implementasikan oleh mereka yang mempunyai pasangan <em>pillow face</em> <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  hahahaha. Ehm. Intinya bukan hanya meluangkan waktu bersama saja, tapi juga saling mencurahkan perhatian sepenuhnya pada pasangan. Tentunya tidak hanya dengan mengobrol, kita juga bisa melakukan beragam aktivitas lain yang sama-sama disukai, like watching movies, playing games, traveling, and many other things.</p>
</li>
<li><strong>Gifts</strong>
<p><img src="http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2009/04/love-languages-3-gifts.jpg" alt="Flowers for ri" title="Flowers for ri" style="float:left;margin-right:10px;" />Siapa yang tidak suka mendapat hadiah? Apalagi begitu dibuka ternyata isinya deposito atau kunci mobil? (^_^) hehe. Hadiah ialah bahasa yang sangat efektif untuk mengungkapkan rasa cinta. Beberapa orang memandang hadiah sebagai simbol cinta yang dapat mereka lihat. Harga dan frekuensi bukanlah suatu faktor terpenting dalam memberikan hadiah. If you think your spouse is a Gift person, giving gift in an unexpectful moment will really make him/her happy and secure.</p>
</li>
<li><strong>Acts of Service</strong>
<p><img src="http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2009/04/love-languages-4-aos.jpg" alt="Mess at home" title="Mess at home" style="float:left;margin-right:10px;" />Seberapa sering kita melakukan hal-hal ringan yang menyenangkan pasangan kita? Apalagi bila hal tersebut sebenernya tidak terlalu menyenangkan buat kita. Mungkin bisa dengan kita menggantikanya melakukan tugas2 rutin di rumah seperti mencuci piring setelah makan atau melakukan hal lain seperti mencuci mobil/motornya di akhir minggu, memijat punggung atau kakinya di malam hari, dll. Bila pasangan anda suka mengomel minta  bantuan untuk membereskan pekerjaan sehari-hari, you should&#8217;ve known now that she/he must be the type of person that speaks this language.</p>
</li>
<li><strong>Physical Touch</strong>
<p><img src="http://blog.sahat-tambunan.com/wp-content/uploads/2009/04/love-languages-5-pt.jpg" alt="Lex holding my finger" title="Lex holding my finger" style="float:left;margin-right:10px;" />Pada saat-saat tertentu kita biasanya memberikan pelukan pada orang lain. Misalnya saat pertemuan kembali setelah lama berpisah, saat turut merasakan duka atau bahkan saat sedang sama-sama gembira. Ini adalah salah satu contoh penyampaian rasa cinta melalui sentuhan. Secara pribadi saya berpendapat bahwa bahasa ini lebih tepat digunakan oleh pasangan setelah pernikahan <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Tapi bila porsi dan kondisinya tepat juga tidak disertai <em>bumbu2</em> niat yang salah, saya rasa pasangan yang belum menikah juga bisa menggunakan bahasa ini. Seperti berpegangan tangan saat menyeberang jalan atau sedikit pelukan hangat saat bertemu dan berpisah. Tapi itu semua tentu saja kembali pada persamaan nilai-nilai yang dimiliki oleh keduanya.</p>
</li>
</ol>
<p>OK, now that we know all the 5 languages of love, the next step will be to know which language is dominant for you and which for your spouse. If you need some guidance to help you, click here for <a href="http://edified.org/myspace/lovelanguage" target="_blank">a great love languages quiz</a> I found on the internet. After taking a quiz, me and my wife found out that we both value Quality Time more than others. Well, some couple are very lucky that we speak the same language. But of course that&#8217;s not always the case. As I&#8217;ve said in the beginning of this post, all of the 5 languages are good and should be used to express your love. Now, by knowing the most important one for us and our spouse, I believe we could maximize the love in our life <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2009/04/01/do-you-speak-the-right-love-languages/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comic Books (not) for Children</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/11/17/comic-books-not-for-children/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/11/17/comic-books-not-for-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[I will start writing reviews about manga (japanese comics). Why? Because I have hundreds of them sitting on my drawers. Well, that&#8217;s not actually the main reason. In Indonesia and even maybe in many other countries, comics are very much seen as books for children. This has caused the lack of attentions from parents of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I will start writing reviews about manga (japanese comics). Why? Because I have hundreds of them sitting on my drawers. Well, that&#8217;s not actually the main reason. In Indonesia and even maybe in many other countries, comics are very much seen as books for children. This has caused the lack of attentions from parents of what comic books their children are reading.</p>
<p>Let me tell you the fact. Comics are just like other books. Each of them has their own theme, and some of these themes are not suitable for children. It&#8217;s not only about nudity or violence. <strong>Many of manga out there need a very mature audience to justify the value of the story.</strong> If you&#8217;re not careful, your children could get a topic to hard for their age to comprehend. This could lead to misjudgment or even misbehavior.</p>
<p>Thankfully, some comic publishers in Indonesia has realized this, and they put readers rating on their books. So I suggest you to always check the rating before buying your children some comic books. Or even better, read what they read so you can emphasize the moral lessons they can learn from the books.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/11/17/comic-books-not-for-children/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melirik RUU Pornografi</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 18:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang berbau porno memang sangat menjual ya, dalam bentuk RUU saja bisa menjadi bahan perdebatan dan berita yang hot di mana-mana (^_^) Saya sendiri sebenernya tidak terlalu tertarik. Tapi setelah mendengar dan membaca beragam pendapat yang saling bertentangan sepertinya seru juga.
Sedikit tentang Pornografi
Pornografi dalam wiki dijelaskan berasal dari bahasa Yunani pornographia yang secara harafiah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal yang berbau porno memang sangat menjual ya, dalam bentuk RUU saja bisa menjadi bahan perdebatan dan berita yang hot di mana-mana (^_^) Saya sendiri sebenernya tidak terlalu tertarik. Tapi setelah mendengar dan membaca beragam pendapat yang saling bertentangan sepertinya seru juga.</p>
<h3>Sedikit tentang Pornografi</h3>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi" target="_blank">Pornografi dalam wiki</a> dijelaskan berasal dari bahasa Yunani <em>pornographia</em> yang secara harafiah berarti <em>tulisan/gambar tentang pelacur</em>. Yang kemudian dijelaskan sebagai penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan <strong>tujuan</strong> membangkitkan rangsangan seksual. Sejarah membuktikan bahwa pornografi bukanlah hal baru di dunia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi#Pornografi_di_Indonesia" target="_blank">termasuk Indonesia</a>.</p>
<p>Sudah banyak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi#Pornografi_di_sejumlah_negara_lain" target="_blank">negara lain mengatur legalitas pornografi</a> sesuai dengan budaya dan nilai yang dimiliki oleh masing-masing negara. Saya sendiri berpendapat Indonesia perlu mengatur distribusi dan batas konsumsi pornografi. Eits, tapi bukan berarti saya Pro RUU Pornografi, dan juga bukan berarti saya kontra. </p>
<p><span id="more-284"></span></p>
<h3>Sedikit tentang RUU Pornografi</h3>
<p>Saya terkejut saat pertama mendengar hebohnya RUU mengenai pornografi, langsung timbul pertanyaan &#8220;Apakah sejak dulu tidak ada sama sekali UU yang mengatur hal ini?&#8221;. Sayangnya saya memang bukan orang yang fasih masalah hukum, UU dan sejenisnya. Tapi sangat sering saya dengar/baca pendapat dari kubu kontra RUU Pornografi bahwa sudah ada UU yang cukup efektif untuk mengatur masalah pornografi, katanya sih hanya pengaplikasiannya saja yang tidak ketat (entah mengapa sepertinya terdengar sangat tidak mengejutkan).</p>
<p><strong>Cara pandang kita akan mempengaruhi keputusan dan tindakan kita</strong>. Saya bisa memiliki banyak nama panggilan di banyak tempat, tapi perbedaan nama tidak akan merubah perilaku saya karena saya masih memandang apapun dengan cara yang sama. RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi diganti nama menjadi RUU Pornografi, sekilas seolah ada perubahan dari penolakan menjadi pengaturan, tapi tanpa adanya perubahan cara pandang dari para perancang hasilnya akan sama saja.</p>
<h3>Pornografi dan Tindakan Kriminal Seks</h3>
<p>Beberapa perdebatan mengemukakan bahwa <em>peng-antian</em> pornografi diharapkan dapat menurunkan jumlah tindakan kriminal seks. Fakta memang memperlihatkan bahwa ada pelaku kriminal seks (bahkan anak-anak) yang terdorong oleh hasratnya saat mengkonsumsi film porno. Tapi mari tidak berhenti menggali dan merasa puas hanya sampai di situ. Saya menantang pengadaan survey untuk mendapatkan jumlah pengkonsumsi beragam materi pornografi di Indonesia, dan saya yakin kita bisa mendapatkan nilai yang sangat tinggi. Bahkan akan sangat tinggi bila kita bandingkan dengan jumlah pelaku tindakan kriminal seks. Hasil survey ini mungkin bisa memperkuat pendapat saya bahwa ada faktor lain yang lebih kuat sebagai pendorong para pelaku kriminal seks, yang saya percaya ialah faktor psikologis (sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya).</p>
<h3>Sedikit Menyimpulkan Sendiri</h3>
<p>Apa masalah terbesar zaman ini dalam pengaturan pornografi? Jawaban saya ialah internet. Dalam dunia maya tanpa batas ini hampir tidak mungkin menciptakan ruangan dengan aturan khusus yang tak bercelah. Kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita bahwa <strong>kunci utama ada pada pengendalian diri masing-masing</strong>.</p>
<p>Jadi bila pornografi hanyalah pemicu, maka kunci utama inilah yang menentukan kelahiran seorang pelaku kriminal seks. Ya pa gak ya? (^_^) kaburrrr&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/25/melirik-ruu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I love my mom, but this&#8230;.?</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/10/i-love-my-mom-but-this/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/10/i-love-my-mom-but-this/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 16:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan Kotoran Yang ada pada waktu kita masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di Dunia ini ga ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan Kotoran Yang ada pada waktu kita masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di Dunia ini ga ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU. Kirimkan ke 10 orang agar IBU KITA PANJANG UMUR</p></blockquote>
<p>I got this message poping up on my computer already a few times in the last few days. Some comes through YM and some through Skype.</p>
<p>Well, I know giving birth is not an easy experience. I also know she didn&#8217;t raise me instantly, and I surely know that she wants nothing but the best for me. Yet, I still hurt her feelings some times. And yes! Yes, I love my mom. The big question mark is, what&#8217;s the connection of forwarding this message and our mother? How would sending this message to another 10 persons could make my mom lives longer? Pul-lie-asee&#8230;</p>
<p>If you love really your mom, please:</p>
<ol>
<li>Stop sending this kinda message.</li>
<li>Give her a warmth call regularly.</li>
<li>Visit her and give her a lovely hug and kiss.</li>
<li>Tell her that you love her.</li>
</ol>
<p>I can&#8217;t promise you that she&#8217;ll live longer, but I assure you that she&#8217;ll be a very happy mother.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/09/10/i-love-my-mom-but-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila BBM harus naik</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 16:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini ialah hari peringatan 1 abad kebangkitan nasional, seluruh stasiun TV nasional secara serempak menyiarkan perayaan yang diadakan di Senayan, Jakarta. Bukan karena kurangnya rasa kebangsaan, kebetulan saya tidak bisa ikut menyaksikan karena sedang berada di luar rumah saat itu. Tapi jujur, mungkin juga karena rasa kebangsaan saya yang kurang, saya sendiri hampir lupa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini ialah hari peringatan 1 abad kebangkitan nasional, seluruh stasiun TV nasional secara serempak menyiarkan perayaan yang diadakan di Senayan, Jakarta. Bukan karena kurangnya rasa kebangsaan, kebetulan saya tidak bisa ikut menyaksikan karena sedang berada di luar rumah saat itu. Tapi jujur, mungkin juga karena rasa kebangsaan saya yang kurang, saya sendiri hampir lupa dengan hari kebangkitan nasional. Biasanya yang paling mudah kita ingat itu perayaan-perayaan yang ada liburnya saja (^_^)</p>
<p>Yah, selamat hari kebangkitan deh buat kita. <strong>Dan sepertinya selain rasa nasionalisme ada satu lagi yang akan bangkit dalam waktu dekat, Harga BBM</strong> <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  hehehe. Kalau untuk yang satu ini saya ga bisa kasih selamat. Kalau BBM naek, semua harga juga naek. Syukur-syukur kalau gaji ikut naik. Toh itupun tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik, hanya kembali normal karena semua harga juga sudah naik.</p>
<p>Gejolak? Pasti. Dalam keadaan apapun kenaikan harga BBM tidak mungkin tidak menimbulkan gejolak. Hanya saja, sangat disayangkan, karena sebenarnya ada 1 cara yang bisa membuat rakyat lebih ikhlas menerima kebijakan ini. Sangat sederhana, <strong>pemerintahan yang bersih dan terpercaya</strong>. Seandainya kita sebagai rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah bekerja dengan jujur, efisien dan maksimal dalam segala aspek. Dari posisi terendah sampai tertinggi. Dan korupsi, kolusi dan nepotisme hanya menjadi ulah dari sebagian kecil orang dan dapat disebut sebagai oknum, bukan lagi kerusakan sistem yang menyebar seperti coklat di kue tart. Seandainya saat kita melangkah masuk ke kantor-kantor pemerintahan kita dapat merasakan pelayanan yang sangat memuaskan, tanpa menghawatirkan permintaan <em>&#8220;pajak&#8221;</em> tak tercatat, atau birokrasi indah yang tak perlu.</p>
<p>Saya ulang sedikit, bila rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah sudah mentok, bahwa semua tindakan sudah efisien, semua usaha sudah maksimal, tidak ada lagi pemborosan yang tak perlu menggunakan uang rakyat, atau <em>&#8220;pajak&#8221;</em> pemotongan tak jelas, atau mark-up gila-gilaan yang sangat tidak masuk akal, seandainya&#8230; Maka saya yakin, gejolak yang timbul juga tidak akan besar. Maka saya sendiri akan menenangkan diri saya juga orang-orang di sekitar saya, bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa di pangkas, sudah tidak ada jalan lain, harga BBM harus naik, dan kita harus belajar menerima kebijakan itu.</p>
<p>Yah, bila BBM harus naik&#8230; seandainya saja saat itu kita sudah merasakan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/20/bila-bbm-harus-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta vs Bali, Match 1</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/14/jakarta-vs-bali-match-1/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/14/jakarta-vs-bali-match-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 23:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[1-0: kalau mau nonton, Jakarta banyak pilihan bioskop dan 1 bioskop saja bisa punya 4-6 studio yang kwalitasnya muanthap muanthap mulai dari lobi, kantin, sound system bahkan wc. Sayangnya Bali hanya ada 1 bioskop yang kwalitasnya lumayan. Itu pun hanya punya 2 studio. Hiks&#8230;
1-1: Jakarta mau ke mana-mana jauh. Rumah uly yang deket ama rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1-0:</strong> kalau mau nonton, Jakarta banyak pilihan bioskop dan 1 bioskop saja bisa punya 4-6 studio yang kwalitasnya muanthap muanthap mulai dari lobi, kantin, sound system bahkan wc. Sayangnya Bali hanya ada 1 bioskop yang kwalitasnya lumayan. Itu pun hanya punya 2 studio. Hiks&#8230;</p>
<p><strong>1-1:</strong> Jakarta mau ke mana-mana jauh. Rumah uly yang deket ama rumah gw aja bisa 20-30 menit. Di Bali, rumah gw yang jauh banget dari kantor cukup 35 menit :p hehe (dan ga pake macet euy)</p>
<p><strong>1-2:</strong> Bali masih banyak sawah dan pemandangan yang bikin seger, bahkan di jalan ke kantor selalu ngelewatin daerah hijau, bikin selalu fresh setiap hari.</p>
<p><strong>2-2:</strong> Jakarta apa-apa selalu masuk duluan. Film, juga komik. Hiks&#8230; kalo di Bali perlu nunggu 1 bulan buat film dan paling cepet 2 hari buat komik. nasib&#8230;</p>
<p><strong>3-2:</strong> Jakarta sudah banyak bahan bakar alternatif selain pertamina, jadi hampir semua gas station melatih karyawannya untuk lebih ramah dan tidak macam2 sama pelanggan. Sayangnya Bali masih banyak pengisian gak dari 0 dan gak pas sesuai jumlah yang di bayar, terutama buat motor <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  </p>
<p><strong>3-3:</strong> Pandanglah ke atas, apakah yang tampak di langit jakarta? Kumpulan asap hitam di antara bangunan tinggi. di Bali, langit terasa lebih biru dan lebih luas, masih banyak burung-burung berterbangan. Dari burung gereja, burung bangau sampe burung elang (atau rajawali ya?). Alami banget, jadi fresh fresh fresh! Bukan daging burung segar lho maksud gw <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  </p>
<p><strong>3-4:</strong> di Jakarta, jangan nekad meninggalkan kendaraan bermotor di tempat terbuka dalam waktu yang lama, <em>you know why</em>. di Bali, jangan ragu (^_^)</p>
<p>Well, di pertandingan pertama ini sepertinya Bali masih unggul. Kita lihat pertandingan berikutnya kapan-kapan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/14/jakarta-vs-bali-match-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generasi Komik vs Sinetron</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/04/generasi-komik-vs-sinetron/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/04/generasi-komik-vs-sinetron/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 16:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Semakin banyak jenis hiburan yang dapat dengan mudah dinikmati oleh kaum anak jaman sekarang. Dari pengamatan saya di lingkungan keluarga, sepertinya Poin tertinggi dipegang oleh TV dan Buku. Bila dilakukan pengamatan lebih lanjut, pada group TV sepertinya sinetron akan menjadi pemenang, sementara pada group Buku saya rasa komik yang akan memenangkan suara terbanyak.
Lalu bagaimana pengaruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semakin banyak jenis hiburan yang dapat dengan mudah dinikmati oleh kaum anak jaman sekarang. Dari pengamatan saya di lingkungan keluarga, sepertinya Poin tertinggi dipegang oleh TV dan Buku. Bila dilakukan pengamatan lebih lanjut, pada group TV sepertinya sinetron akan menjadi pemenang, sementara pada group Buku saya rasa komik yang akan memenangkan suara terbanyak.</p>
<p>Lalu bagaimana pengaruh hiburan dalam pengembangan karakter suatu generasi? Saya melihat diri saya sendiri. Bila melihat ke zaman masih kanak-kanak dulu, saya masuk pada group TV dan juga buku. Untuk group TV, kebetulan zaman saya kecil dulu rasanya memang belum ada sinetron. Acara masih didominasi film seri import seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MacGyver">MacGyver</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Knight_Rider">Knight Rider</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Knight_Rider">Airwolf</a> dan teman-temannya. Sementara untuk buku, tentu saja komik. Jadi antara sinetron dan komik, bisa dibilang saya masuk ke generasi komik. Walaupun hanya sebagai media hiburan&#8230; Tidak, saya ralat. Justru karena media hiburan, banyak sekali pesan dan nilai dalam suatu cerita sampai dengan sangat efektif kepada penikmatnya, terutama bagi anak-anak yang cepat mencerna hal-hal baru. Saya percaya media hiburan memilik pengaruh yang besar dalam pengembangan karakter.</p>
<p>Sampai saat ini pun saya masih menjadi penggemar setia komik. Tapi sepertinya saya masih belum bisa menjadi penggemar sinetron. <strong>Saat ini sinetron ibarat makanan siap saji yang mengutamakan kecepatan proses pembuatan, tapi tidak benar-benar berguna bagi kesehatan.</strong> <span id="more-261"></span>Sebaliknya, masih banyak nilai yang bisa saya dapatkan dari membaca komik, bahkan sebagai orang dewasa. Ada beberapa nilai yang saya pelajari dalam beberapa komik, tapi sayangnya bertentangan dengan nilai yang saya dapatkan dalam beberapa sinetron, antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Karakter yang gigih berusaha</strong>. Sayangnya dalam sebuah sinetron, kegigihan dalam memperjuangkan sesuatu sepertinya tidak terlalu ditonjolkan. Saya lebih sering menemukan karakter utama yang pasrah dan berhasil dengan beragam kebetulan dan keberuntungan. Kegigihan malah diperankan oleh tokoh antagonis.</li>
<li><strong>Karakter yang tidak sempurna</strong>. Tidak ada seorangpun yang sempurna. Dalam sinetron banyak saya temukan karakter utama yang sempurna tak bercacat kebaikannya. Seolah tanpa cela yang selalu bisa menjadi teladan bagi teman-teman dan saudaranya dalam segala situasi. Tidak ada karakter yang sempurna, sangat baik bila masing-masing tokoh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk saling mengisi. Mengajarkan bahwa dalam hidup kita membutuhkan peran orang lain untuk bisa mengisi kekurangan kita.</li>
<li><strong>Tokoh antagonis juga manusia.</strong> Sangat sering dilupakan dalam sebuah sinetron, bahwa tokoh antagonis juga manusia yang punya perasaan. Tidak ada manusia yang dilahirkan jahat. Karakter jahat terbentuk melalui berbagai macam proses yang ia alami selama kehidupannya. Untuk setiap peran jahat, seharusnya ada latar belakang cerita yang melahirkan kejahatan tokoh tersebut. Dan karakter jahat tidak bisa berubah begitu saja tanpa ada penyelesaian terhadap latar belakangnya.</li>
<li><strong>Melatih daya pikir.</strong> Sayangnya pada sinetron umumnya tokoh digambarkan terlalu jelas. Semua pemikiran tokoh banyak disampaikan melalui kata hati yang dapat didengar oleh penonton. Menurut saya sangat sayang, karena penonton tidak lagi terangsang untuk berpikir. Ini bisa membuat penonton terbiasa, sehinga dapat dengan mudah dicekoki berbagai hal tanpa berpikir panjang.</li>
</ol>
<p>Tapi eh tapi, tetap peran terbesar dalam pembentukan sebuah generasi menurut saya ialah kehadiran orang tua. Akan semakin banyak media yang terus menghajar dengan berbagai nilai yang beragam, komik dan sinetron hanyalah beberapa contoh yang bisa diambil saat ini. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/05/04/generasi-komik-vs-sinetron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis SemuaMauSenang</title>
		<link>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/03/16/bisnis-semuamausenang/</link>
		<comments>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/03/16/bisnis-semuamausenang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 15:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sahat-tambunan.com/2008/03/16/bisnis-semuamausenang/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti apa ya bisnis yang baik itu? yang banyak menghasilkan uang? bikin yg punya jadi kaya? atau?
Sebentar, mundur sedikit dulu, apa sih bisnis itu? Punya toko? Punya restoran? Punya perusahaan sendiri? Kalau mau tau pastinya, mending lihat di kamus. Tapi buat gw pribadi, kata bisnis itu bukan hanya beberapa contoh tersebut, atau contoh-contoh sejenis lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti apa ya bisnis yang baik itu? yang banyak menghasilkan uang? bikin yg punya jadi kaya? atau?</p>
<p>Sebentar, mundur sedikit dulu, apa sih bisnis itu? Punya toko? Punya restoran? Punya perusahaan sendiri? Kalau mau tau pastinya, mending lihat di <a href="http://dictionary.reference.com/browse/business">kamus</a>. Tapi buat gw pribadi, kata bisnis itu bukan hanya beberapa contoh tersebut, atau contoh-contoh sejenis lainnya. Banyak orang yang berharap suatu saat nanti akan jadi pelaku bisnis, ingin jadi wirausahawan, atau yg istilah kerennya disebut <a href="http://dictionary.reference.com/browse/entrepreneur">entrepreneur</a>. Hey, <em>why wait?!?</em>  Pengen rasanya curhat panjang lebar lagi soal ini, tapi sayangnya (atau syukurnya ya? <img src='http://blog.sahat-tambunan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  ) bukan itu yang lagi pengen gw share hari ini.</p>
<p>Kembali lagi ke bisnis yang baik, seperti apa bisnis yang baik itu? Kebetulan lagi baca bukunya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Guy_Kawasaki">Guy Kawasaki</a>, di awal chapter om guy menekankan beberapa hal penting untuk <em>memulai</em>. Salah satunya, atau lebih tepat yang pertama ialah: <strong>Memberi makna</strong>.  Rasanya hati dan pikiran saya langsung berteriak &#8220;YA! Itu dia!&#8221;</p>
<p>Tapi, memang manusia itu berbeda2. Pasti banyak juga orang yang tertawa membacanya, <em>&#8220;Hahaha, Lihat saya, gak perlu makna-maknaan sekarang sudah bisa punya rumah besar, banyak mobil mewah, perusahaan besar dimana ribuan bahkan jutaan manusia bergantung padanya&#8221;</em>, begitu kata mereka dalam hati, atau bahkan diucapkan dengan lantang?</p>
<p>Ya, tidak salah juga. Kan banyak jalan menuju Roma? Mungkin memang gw aja yang terlalu idealis. Bisnis kan memang untuk menghasilkan uang? Apa salahnya kalau ada cara mudah tapi tidak di manfaatkan? Walau harus membodohi beberapa orang? beribu? berjuta? Toh cuma uang sedikit bagi mereka kan? Tidak sampai merampok orang yang baru ambil uang di bank, atau menodong di jalan sepi. Tidak pernah ada pemaksaan, cukup menyediakan fasilitas, mereka sendiri yang akan mengambil keputusan untuk mau. Memang sih sebenarnya untung perusahaan sudah besar, tapi kalau ikut trend ini kan lumayan, paling tidak bisa meningkatkan keuntungan berlipat-lipat, sampai mereka sadar. Ya kalau gak sadar-sadar juga syukurlah. <strong>PRET!!</strong></p>
<p><span id="more-255"></span></p>
<p>Memang sudah bukan rahasia bahwa bangsa kita ini bangsa yang mudah dibodoh-bodohi. Bukan menghina, saya juga bagian dari Bangsa ini ko. Dari jaman Sekolah Dasar kita sudah diajarkan bagaimana <em>adu domba</em> dapat membawa kehancuran. Tapi kali ini, entah apakah ada pengaruh dari luar lagi, atau hanya sekedar individu-individu yang melewatkan kelas sejarahnya dulu. Jadi inget sebuah cerita waktu sekolah dulu:</p>
<blockquote><p>Pak Prof. Ider ialah seorang guru Matematika di sebuah SD terkenal, sangat pintar dan memegang peranan yang sangat penting terhadap perkembangan sekolah. Kita panggil saja beliau Pak Prof. Suatu hari di awal bulan, Pak Prof pergi ke kelas-kelas. Ngapain ya? Ternyata dia mau membagikan 3 sepeda baru pada 3 orang murid di akhir bulan ini. Wow, semua murid melompat bersemangat. Syaratnya mudah, masing-masing anak cukup menyisihkan 100 rupiah uang jajannya, meletakkannya dalam amplop, dan menuliskan nama mereka dalam amplop tersebut. Setiap pulang sekolah, mereka diminta memasukkan amplop tersebut pada kotak yang disiapkan di gerbang sekolah. Dari amplop itulah akan dipilih 3 anak yang beruntung. Kontan semua anak berteriak semakin kesenangan, membayangkan bisa mendapatkan sepeda baru dengan sangat mudah. Oh, ada lagi tambahan informasi, mereka boleh memasukkan amplop sebanyak2nya, yang penting jangan lupa 100 rupiah per amplop. Hoho, murid2 tambah semangat lagi, kesempatan menang mereka bisa semakin besar. Demikianlah semua murid bersemangat memulai rutinitas baru mereka sehari-hari.</p>
<p>Akhir bulan datang dengan cepat, Pak Prof mulai menghitung. Hm, ternyata memang tepat perkiraan beliau sebelumnya, dengan uang tersebut jangankan 3, dia bahkan bisa beli 10 sepeda baru! Lalu tinggal pilih 3 orang yang beruntung. Eh salah, ternyata hanya 1 orang yang beruntung, karena sudah ada 2 orang murid yang dipilih sebelumnya. Yah, terlalu rumit untuk dijelaskan di sini alasannya.</p>
<p>Demikianlah proses itu terus berlanjut dan berkembang bulan demi bulan, bahkan Pak Prof juga menawarkan guru-guru lain untuk melakukan hal yang sama. Nanti dia yang akan mengurus semuanya, lalu tinggal bagi hasil. Manthap! Sejak itu Pak Prof selalu dapet tambahan pendapatan sampai berkali-kali lipat gajinya terdahulu. Sangat menyenangkan bagi beliau, karena pikirnya, &#8220;Aku senang, mereka juga senang&#8221;.
</p></blockquote>
<p>Sayangnya cerita ini belum berakhir, entah apakah kepala sekolah sudah tahu atau belum? Kalaupun akhirnya tahu, entah apakah dia akan menganggap ini suatu inovasi besar untuk penghasilan sekolah, atau ini adalah tindakan tidak etis yang mencari keuntungan diri sendiri?</p>
<p>Adakah kenikmatan dari hidup dengan <strong>menyalahgunakan</strong> <strike>kebodohan</strike> orang lain? Buat gw pribadi, bisnis yang baik akan memberikan makna dalam hidup, hidup banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sahat-tambunan.com/2008/03/16/bisnis-semuamausenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
