Archive for the ‘Idea’ Category

Comic Books (not) for Children

Monday, November 17th, 2008

I will start writing reviews about manga (japanese comics). Why? Because I have hundreds of them sitting on my drawers. Well, that’s not actually the main reason. In Indonesia and even maybe in many other countries, comics are very much seen as books for children. This has caused the lack of attentions from parents of what comic books their children are reading.

Let me tell you the fact. Comics are just like other books. Each of them has their own theme, and some of these themes are not suitable for children. It’s not only about nudity or violence. Many of manga out there need a very mature audience to justify the value of the story. If you’re not careful, your children could get a topic to hard for their age to comprehend. This could lead to misjudgment or even misbehavior.

Thankfully, some comic publishers in Indonesia has realized this, and they put readers rating on their books. So I suggest you to always check the rating before buying your children some comic books. Or even better, read what they read so you can emphasize the moral lessons they can learn from the books.

Melirik RUU Pornografi

Thursday, September 25th, 2008

Hal-hal yang berbau porno memang sangat menjual ya, dalam bentuk RUU saja bisa menjadi bahan perdebatan dan berita yang hot di mana-mana (^_^) Saya sendiri sebenernya tidak terlalu tertarik. Tapi setelah mendengar dan membaca beragam pendapat yang saling bertentangan sepertinya seru juga.

Sedikit tentang Pornografi

Pornografi dalam wiki dijelaskan berasal dari bahasa Yunani pornographia yang secara harafiah berarti tulisan/gambar tentang pelacur. Yang kemudian dijelaskan sebagai penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Sejarah membuktikan bahwa pornografi bukanlah hal baru di dunia, termasuk Indonesia.

Sudah banyak negara lain mengatur legalitas pornografi sesuai dengan budaya dan nilai yang dimiliki oleh masing-masing negara. Saya sendiri berpendapat Indonesia perlu mengatur distribusi dan batas konsumsi pornografi. Eits, tapi bukan berarti saya Pro RUU Pornografi, dan juga bukan berarti saya kontra.

(more…)

I love my mom, but this….?

Wednesday, September 10th, 2008

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan Kotoran Yang ada pada waktu kita masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di Dunia ini ga ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU. Kirimkan ke 10 orang agar IBU KITA PANJANG UMUR

I got this message poping up on my computer already a few times in the last few days. Some comes through YM and some through Skype.

Well, I know giving birth is not an easy experience. I also know she didn’t raise me instantly, and I surely know that she wants nothing but the best for me. Yet, I still hurt her feelings some times. And yes! Yes, I love my mom. The big question mark is, what’s the connection of forwarding this message and our mother? How would sending this message to another 10 persons could make my mom lives longer? Pul-lie-asee…

If you love really your mom, please:

  1. Stop sending this kinda message.
  2. Give her a warmth call regularly.
  3. Visit her and give her a lovely hug and kiss.
  4. Tell her that you love her.

I can’t promise you that she’ll live longer, but I assure you that she’ll be a very happy mother.

Bila BBM harus naik

Tuesday, May 20th, 2008

Hari ini ialah hari peringatan 1 abad kebangkitan nasional, seluruh stasiun TV nasional secara serempak menyiarkan perayaan yang diadakan di Senayan, Jakarta. Bukan karena kurangnya rasa kebangsaan, kebetulan saya tidak bisa ikut menyaksikan karena sedang berada di luar rumah saat itu. Tapi jujur, mungkin juga karena rasa kebangsaan saya yang kurang, saya sendiri hampir lupa dengan hari kebangkitan nasional. Biasanya yang paling mudah kita ingat itu perayaan-perayaan yang ada liburnya saja (^_^)

Yah, selamat hari kebangkitan deh buat kita. Dan sepertinya selain rasa nasionalisme ada satu lagi yang akan bangkit dalam waktu dekat, Harga BBM :-P hehehe. Kalau untuk yang satu ini saya ga bisa kasih selamat. Kalau BBM naek, semua harga juga naek. Syukur-syukur kalau gaji ikut naik. Toh itupun tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik, hanya kembali normal karena semua harga juga sudah naik.

Gejolak? Pasti. Dalam keadaan apapun kenaikan harga BBM tidak mungkin tidak menimbulkan gejolak. Hanya saja, sangat disayangkan, karena sebenarnya ada 1 cara yang bisa membuat rakyat lebih ikhlas menerima kebijakan ini. Sangat sederhana, pemerintahan yang bersih dan terpercaya. Seandainya kita sebagai rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah bekerja dengan jujur, efisien dan maksimal dalam segala aspek. Dari posisi terendah sampai tertinggi. Dan korupsi, kolusi dan nepotisme hanya menjadi ulah dari sebagian kecil orang dan dapat disebut sebagai oknum, bukan lagi kerusakan sistem yang menyebar seperti coklat di kue tart. Seandainya saat kita melangkah masuk ke kantor-kantor pemerintahan kita dapat merasakan pelayanan yang sangat memuaskan, tanpa menghawatirkan permintaan “pajak” tak tercatat, atau birokrasi indah yang tak perlu.

Saya ulang sedikit, bila rakyat bisa merasakan bahwa pemerintah sudah mentok, bahwa semua tindakan sudah efisien, semua usaha sudah maksimal, tidak ada lagi pemborosan yang tak perlu menggunakan uang rakyat, atau “pajak” pemotongan tak jelas, atau mark-up gila-gilaan yang sangat tidak masuk akal, seandainya… Maka saya yakin, gejolak yang timbul juga tidak akan besar. Maka saya sendiri akan menenangkan diri saya juga orang-orang di sekitar saya, bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa di pangkas, sudah tidak ada jalan lain, harga BBM harus naik, dan kita harus belajar menerima kebijakan itu.

Yah, bila BBM harus naik… seandainya saja saat itu kita sudah merasakan…

Jakarta vs Bali, Match 1

Wednesday, May 14th, 2008

1-0: kalau mau nonton, Jakarta banyak pilihan bioskop dan 1 bioskop saja bisa punya 4-6 studio yang kwalitasnya muanthap muanthap mulai dari lobi, kantin, sound system bahkan wc. Sayangnya Bali hanya ada 1 bioskop yang kwalitasnya lumayan. Itu pun hanya punya 2 studio. Hiks…

1-1: Jakarta mau ke mana-mana jauh. Rumah uly yang deket ama rumah gw aja bisa 20-30 menit. Di Bali, rumah gw yang jauh banget dari kantor cukup 35 menit :p hehe (dan ga pake macet euy)

1-2: Bali masih banyak sawah dan pemandangan yang bikin seger, bahkan di jalan ke kantor selalu ngelewatin daerah hijau, bikin selalu fresh setiap hari.

2-2: Jakarta apa-apa selalu masuk duluan. Film, juga komik. Hiks… kalo di Bali perlu nunggu 1 bulan buat film dan paling cepet 2 hari buat komik. nasib…

3-2: Jakarta sudah banyak bahan bakar alternatif selain pertamina, jadi hampir semua gas station melatih karyawannya untuk lebih ramah dan tidak macam2 sama pelanggan. Sayangnya Bali masih banyak pengisian gak dari 0 dan gak pas sesuai jumlah yang di bayar, terutama buat motor :(

3-3: Pandanglah ke atas, apakah yang tampak di langit jakarta? Kumpulan asap hitam di antara bangunan tinggi. di Bali, langit terasa lebih biru dan lebih luas, masih banyak burung-burung berterbangan. Dari burung gereja, burung bangau sampe burung elang (atau rajawali ya?). Alami banget, jadi fresh fresh fresh! Bukan daging burung segar lho maksud gw :-P

3-4: di Jakarta, jangan nekad meninggalkan kendaraan bermotor di tempat terbuka dalam waktu yang lama, you know why. di Bali, jangan ragu (^_^)

Well, di pertandingan pertama ini sepertinya Bali masih unggul. Kita lihat pertandingan berikutnya kapan-kapan.

Generasi Komik vs Sinetron

Sunday, May 4th, 2008

Semakin banyak jenis hiburan yang dapat dengan mudah dinikmati oleh kaum anak jaman sekarang. Dari pengamatan saya di lingkungan keluarga, sepertinya Poin tertinggi dipegang oleh TV dan Buku. Bila dilakukan pengamatan lebih lanjut, pada group TV sepertinya sinetron akan menjadi pemenang, sementara pada group Buku saya rasa komik yang akan memenangkan suara terbanyak.

Lalu bagaimana pengaruh hiburan dalam pengembangan karakter suatu generasi? Saya melihat diri saya sendiri. Bila melihat ke zaman masih kanak-kanak dulu, saya masuk pada group TV dan juga buku. Untuk group TV, kebetulan zaman saya kecil dulu rasanya memang belum ada sinetron. Acara masih didominasi film seri import seperti MacGyver, Knight Rider, Airwolf dan teman-temannya. Sementara untuk buku, tentu saja komik. Jadi antara sinetron dan komik, bisa dibilang saya masuk ke generasi komik. Walaupun hanya sebagai media hiburan… Tidak, saya ralat. Justru karena media hiburan, banyak sekali pesan dan nilai dalam suatu cerita sampai dengan sangat efektif kepada penikmatnya, terutama bagi anak-anak yang cepat mencerna hal-hal baru. Saya percaya media hiburan memilik pengaruh yang besar dalam pengembangan karakter.

Sampai saat ini pun saya masih menjadi penggemar setia komik. Tapi sepertinya saya masih belum bisa menjadi penggemar sinetron. Saat ini sinetron ibarat makanan siap saji yang mengutamakan kecepatan proses pembuatan, tapi tidak benar-benar berguna bagi kesehatan. (more…)

Bisnis SemuaMauSenang

Sunday, March 16th, 2008

Seperti apa ya bisnis yang baik itu? yang banyak menghasilkan uang? bikin yg punya jadi kaya? atau?

Sebentar, mundur sedikit dulu, apa sih bisnis itu? Punya toko? Punya restoran? Punya perusahaan sendiri? Kalau mau tau pastinya, mending lihat di kamus. Tapi buat gw pribadi, kata bisnis itu bukan hanya beberapa contoh tersebut, atau contoh-contoh sejenis lainnya. Banyak orang yang berharap suatu saat nanti akan jadi pelaku bisnis, ingin jadi wirausahawan, atau yg istilah kerennya disebut entrepreneur. Hey, why wait?!? Pengen rasanya curhat panjang lebar lagi soal ini, tapi sayangnya (atau syukurnya ya? :-P ) bukan itu yang lagi pengen gw share hari ini.

Kembali lagi ke bisnis yang baik, seperti apa bisnis yang baik itu? Kebetulan lagi baca bukunya Guy Kawasaki, di awal chapter om guy menekankan beberapa hal penting untuk memulai. Salah satunya, atau lebih tepat yang pertama ialah: Memberi makna. Rasanya hati dan pikiran saya langsung berteriak “YA! Itu dia!”

Tapi, memang manusia itu berbeda2. Pasti banyak juga orang yang tertawa membacanya, “Hahaha, Lihat saya, gak perlu makna-maknaan sekarang sudah bisa punya rumah besar, banyak mobil mewah, perusahaan besar dimana ribuan bahkan jutaan manusia bergantung padanya”, begitu kata mereka dalam hati, atau bahkan diucapkan dengan lantang?

Ya, tidak salah juga. Kan banyak jalan menuju Roma? Mungkin memang gw aja yang terlalu idealis. Bisnis kan memang untuk menghasilkan uang? Apa salahnya kalau ada cara mudah tapi tidak di manfaatkan? Walau harus membodohi beberapa orang? beribu? berjuta? Toh cuma uang sedikit bagi mereka kan? Tidak sampai merampok orang yang baru ambil uang di bank, atau menodong di jalan sepi. Tidak pernah ada pemaksaan, cukup menyediakan fasilitas, mereka sendiri yang akan mengambil keputusan untuk mau. Memang sih sebenarnya untung perusahaan sudah besar, tapi kalau ikut trend ini kan lumayan, paling tidak bisa meningkatkan keuntungan berlipat-lipat, sampai mereka sadar. Ya kalau gak sadar-sadar juga syukurlah. PRET!!

(more…)