Archive for February 2017

Yang Terbaik Untuk Jakarta, Untuk Indonesia

Share More

dad-son-watch-tv

Momen Pilkada saat ini, khususnya DKI, telah membangkitkan sebuah kenangan dalam ingatan saya. Waktu kecil dulu saya sering ikutan papa nonton pertandingan tenis di TV. Dari awal tidak mengerti sampai akhirnya ikutan mendukung, lalu ikut bersorak dan menggerutu.

Karena kami dididik cukup kuat secara rohani, tanpa sadar saya mulai berdoa bagi pemain yang saya dukung. Namanya anak2, saya berdoa supaya bolanya keluar, atau nyangkut di net, atau apapun supaya pemain yang saya dukung bisa menang.

Suatu waktu saat pemain yang saya dukung menang, saya memperhatikan pemain dan pendukung lawan yang sedih. Momen itu membuat saya berpikir, mereka juga ingin menang, mereka juga berusaha dan berjuang untuk kemenangan itu. Padahal saya sama sekali tidak tahu siapa yang telah berlatih lebih keras atau harus melewati perjuangan yang lebih berat. Bahkan mungkin mereka juga berdoa untuk kemenangan seperti yang saya lakukan. Lalu doa siapa yang harus Tuhan kabulkan dan pemain mana yang harus dibantu oleh malaikat (saat itu saya membayangkan ada malaikat membantu membelokkan bolanya karena doa saya :p ).

(more…)

Indonesia, My Way

Share More

Perpecahan terjadi bukan karena banyaknya keragaman, tapi karena hilangnya rasa percaya satu sama lain. Adu domba bisa berhasil bukan karena adanya perbedaan, tapi karena kecurigaan yang dipupuk hingga subur.

Semua orang memiliki pendapat dan yakin akan kebenaran pendapatnya. Walaupun sudah didiskusikan, tidak semua pendapat bisa disatukan. Bila sudah sepakat untuk berbeda, tidak perlu dilanjutkan dengan saling merendahkan, apalagi menghina. Sadarilah bahwa sebesar-besarnya keyakinan dan cintamu atas apa yang kau percayai, sebesar itu juga yang dimiliki orang lain atas kepercayaannya.

Kita sama-sama mau Indonesia maju, kita semua pasti mau Indonesia semakin hebat. Walaupun kita tidak selalu sependapat akan caranya, janganlah kita terlalu sibuk meributkan cara mana yang lebih benar sehingga justru menjauhkan kita dari tujuan kita yang sama. Mari bertanya pada diri kita sendiri,

“apakah lebih baik Indonesia maju walaupun bukan dengan cara-ku, ataukah lebih baik Indonesia hancur supaya terbukti bahwa cara-ku adalah yang paling benar?”