Pengalaman Kami Mencoba VBAC

Share More

Buat yang belum tau apa itu VBAC, mungkin bisa baca dulu post sebelumnya. Seperti yang saya janjikan di post tersebut, sekarang saya akan share pengalaman pribadi kami saat mencoba VBAC.

Diawali dengan cek kehamilan oleh istri saya dengan hasil positif dan sedikit info mengenai VBAC yang kami temukan di internet, kami mulai menyempitkan beberapa pilihan dokter kandungan dan akhirnya memutuskan untuk mencoba konsultasi pertama dengan seorang dokter kandungan di sebuah klinik bersalin water birth. Kami merasa senang dari saat pertama kali masuk ke ruang tunggu dan mendaftarkan diri karena dalam ruangan itu kami sudah bisa temukan beberapa informasi mengenai VBAC yang bahkan menurut saya sedikit persuasif.

Rasa senang pun semakin meningkat saat konsultasi karena dokter tersebut sangat mengerti dan bahkan berpengalaman membantu proses VBAC. Beliau juda dengan tenang memberi info yang sangat jelas mengenai resiko dan tindakan apa yang harus diambil pada kondisi darurat. Kami pulang dari klinik tersebut dengan puas dan memutuskan untuk melanjutkan kontrol rutin sekaligus proses VBAC di klinik tersebut.

Minggu demi minggu berlalu dan kontrol kami lakukan secara rutin. Terkadang terasa lama, tapi terkadang seperti begitu cepat. Akhirnya kami memasuki minggu-minggu terakhir dengan sedikit gugup. Semua persiapan sudah lengkap tapi rasa khawatir tidak dapat kami pupus habis. Mengingat kelahiran anak pertama kami yang sedikit lebih awal dari perkiraan maka persiapan untuk kelahiran kedua ini juga sudah kami siapkan cukup awal.

Semakin mendekati hari perkiraan, akhirnya tanggal itu pun terlewati. Kontraksi2 ringan sudah semakin bertambah sering dirasakan oleh istri saya. Anehnya kontraksi terasa meningkat di malam hari tapi berangsur2 hilang menjelang pagi. Suatu sore akhirnya istri saya merasakan kontraksi yang semakin kuat dalam jarak cukup singkat dan kami pun berangkat untuk periksa. Di klinik suster melakukan pengecekan dan ternyata masih belum ada bukaan, kami pun kembali ke rumah sore itu dan kontraksi kembali menghilang. Hanya selang waktu singkat dari hari itu, suatu malam istri saya akhirnya merasak kontraksi sangat kuat serta mulai keluarnya cairan. Kami sangat yakin bahwa kami harus berangkat k klinik saat itu juga.

Kali ini suster menyatakan bukaan 2 dan menkonfirmasi bahwa cairan tersebut ialah air ketuban. Kami harus menginap malam itu, tapi menjelang pagi kontraksi kembali berkurang dan akhirnya dokter datang untuk pemeriksaan. Mendengar kembali seluruh kondisi kami beliau mengatakan bahwa mungkin saja kondisi tubuh istri saya cukup beresiko untuk VBAC, sehingga tubuh secara naluri bereaksi untuk mencoba mencegah proses kelahiran normal. Beliau menganjurkan untuk menunggu hanya sampai besok pagi dan bila tidak juga ada perkembangan maka sebaiknya kami pindah ke RS untuk operasi caesar.

Malam itu pun berlalu terasa begitu lama, tapi akhirnya pagi pun datang tanpa adanya perkembangan baru. Kami segera bersiap untuk berangkat ke RS yang kebetulan ialah tempat kelahiran anak pertama kami. Proses kelahiran dengan operasi caesar akhirnya kami jalani untuk kedua kalinya. Memang akhir yang tidak sesuai dengan rencana pertama kami, tapi kami bersyukur dan sangat senang karena semua berjalan baik. Yang paling penting ialah istri saya dan bayi kami sehat.

Pada akhirnya proses VBAC tidak jadi kami lalui, tapi mudah2an sedikit share pengalaman kami ini bisa bermanfaat.

Sedikit tambahan, siapa sangka kami mendapat kejutan ekstra karena hari lahir anak kedua kami akhirnya jatuh tepat pada tanggal lahir anak pertama. Ya, keduanya lahir di tanggal yang sama dengan selang 3 tahun (^^)

Share this Post More

Leave a Reply