Melahirkan Normal setelah Operasi Caesar (VBAC)

Share More

VBAC CartoonSebenarnya sudah lama mau berbagi pengalaman ini, sejak kelahiran anak kedua kami Ben sekitar 8 bulan yang lalu. Tapi karena berbagai kesibukan akhirnya baru sempat di-share sekarang. Saya rasa istilah operasi caesar sudah sangat akrab dengan kita. Kalau saya mengingat beberapa teman atau relatif yang sudah punya anak, sekitar 50% pernah melalui proses tersebut. Penyebabnya pun beragam, tapi secara sederhana bisa kita kelompokkan menjadi 2, yang memang direncanakan dan yang tidak.

Keluarga kecil kami pun tidak luput dari proses ini dan kebetulan kami termasuk kelompok kedua. Kami ingin melalui proses normal karena percaya akan lebih baik bagi ibu maupun anak serta biaya yang lebih terjangkau. Sayangnya, di saat2 terakhir kami dengan sedikit berat hati memutuskan untuk operasi. 2 tahun setelah kelahiran anak pertama istri saya pun hamil kembali. Kami masih berharap kali ini bisa melalui proses normal. Sayapun mulai mencari informasi di internet dan akhirnya mengenal istilah VBAC (Vaginal Birth after Caesarian).

Dari internet banyak sekali informasi yang kami dapatkan secara kedokteran maupun dari keluarga lain yang berbagi pengalaman mereka. Tapi hal utama yang ingin kami ketahui ialah apa resikonya dan seberapa besar kemungkinannya terjadi. Ternyata dari banyak sumber yg kami dapatkan resiko melakukan operasi caesar kedua kalinya tidaklah lebih kecil dari VBAC, bahkan dengan tindakan operasi selalu ada resiko2 tambahan yang tidak selalu bisa diprediksi. Namun, perlu kita ketahui bahwa VBAC juga memiliki resiko yang berbahaya. Apabila saat proses melahirkan terjadi robekan di dinding perut bagian dalam bekas luka operasi (uterine rupture) dan hal tersebut terlambat diketahui, maka dapat berakibat fatal bagi ibu atau bayi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk kita tahu faktor yang dapat mempertinggi resiko tersebut.

Berikut saya ingin share beberapa faktor peningkat resiko yang saya ketahui:

  • Jedah waktu antara kelahiran dan operasi sebelumnya terlalu dekat (kurang dari 2 tahun)
  • Sudah pernah melalui proses operasi lebih dari sekali (semakin banyak semakin beresiko)
  • Mengandung bayi kembar atau ukuran bayi yang besar
  • Mendapatkan rangsangan induksi

Selain faktor di atas, masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan, salah satunya ialah bila kemungkinan terulangnya penyebab operasi pertama cukup tinggi.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, saya sangat menganjurkan untuk mengunjungi web khusus VBAC dan web kesehatan lainnya atau lebih baik lagi langsung bertanya ke dokter kandungan.

Kalau anda pada akhirnya memutuskan untuk mencoba VBAC, saran utama dari saya ialah mencari dokter yang memang mengerti dan berpengalaman. Pastikan bahwa beliau tahu jelas resikonya, bagaimana mendeteksi dini adanya gangguan dan apa yang harus dilakukan saat resiko tersebut terjadi.

Di post berikutnya saya akan share bagaimana pengalaman pribadi kami sendiri (^^) thanks for reading.

* Gambar diambil tanpa ijin dari berlin wellness group

Share this Post More

2 Responses to “Melahirkan Normal setelah Operasi Caesar (VBAC)”

  1. Sige Says:

    Hi Bli,

    Wow sudah anak kedua rupanya yah..selamat2…

    Yah semoga di anak yang ketiga bisa normal lahirnya..^^

  2. Blog Sahat Tambunan » Blog Archive » Pengalaman Kami Mencoba VBAC Says:

    [...] yang belum tau apa itu VBAC, mungkin bisa baca dulu post sebelumnya. Seperti yang saya janjikan di post tersebut, sekarang saya akan share pengalaman pribadi kami saat [...]

Leave a Reply