Do you speak (the right) love languages?

Share More

I have some ideas to write today, but I couldn’t decide which to prioritize. Akhirnya setelah sedikit blogwalking, I get inspired by yaya post about love and marriage. So I decided to post this one first. It came while I was having a conversation with a relative a few days ago. He shared about the Five Love Languages which I found out later is originally introduced by Gary Chapman.

What would you have in mind when you hear the term “Love Languages”? Yang pasti Bahasa adalah salah satu media yang digunakan oleh manusia untuk saling berkomunikasi. So if I try to define “Love Languages” with my own words, It would be a media to communicate your love to others. Which in a couple perspective, that would be to your spouse. O iya, sebelum lanjut mohon maaf if I use bilingual campur2 dalam posting kali ini ya, lagi bener2 iseng aja 😀 hehehe

I personally believe that communication plays a very big role in all sides of our life. Dalam lingkungan pekerjaan misalnya, sebaik apapun kerja kita, bila kita tidak dapat mengkomunikasikannya dengan baik pada atasan, kita mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Contoh lain dalam love life, distance could seperate couples phisically but good communication could become a key to keep them together. Thus, the same rule applied also to the opposite condition. Couples who live together but having bad communication could end up destroying their relationships.

So Dale (my relative) explain to me about the five languages of love that day. I didn’t catch all directly at that time, so I took some times to reread them in The Five Love Languages website. Intinya sih, ada 5 bahasa cinta, yang semuanya baik dan patut dipakai dalam sebuah hubungan kasih. But the most important point is, the value of each language are differ to everyone. So we need to know which one is most valued by our spouse. A couple need to speak the right language of love untuk pasangannya. This is what I believe as a good communication in love. Contohnya, you can spend your whole life trying to assure your wife how much you still love her, but if you didn’t say it the the way she wants you to, she might would never understand that.

Jadi… apa saja kelima bahasa cinta tersebut?

  1. Words of Affirmation

    Lex thinking what to saySangat menyenangkan saat kita menerima pujian dari orang lain. Terkadang karena hasil kerja kita yang baik, atau mungkin hanya karena penampilan kita yang menurut mereka menarik. Inti dari bahasa ini ialah mengungkapkan perasaan cinta kita secara verbal. Tidak harus jadi pujangga atau quote sana sini, ada banyak contoh ungkapan cinta seperti “Kamu terlihat cantik sekali malam ini”, atau “Ini kue terenak yang pernah saya makan”, atau “Tidak ada pria sebahagia saya di dunia ini”. Yang penting dalam penyampaian ungkapan ini ialah ketulusan hati. There are people that take verbal compliments very very encouraging. Do you?

  2. Quality Time

    Traveling to UbudUntuk yang sudah jadi suami istri biasanya suka ada adegan pillow talk (^_^) Menghabiskan waktu bersama di atas tempat tidur sambil berbincang ringan. Tapi, sayangnya agak susah di implementasikan oleh mereka yang mempunyai pasangan pillow face 😆 hahahaha. Ehm. Intinya bukan hanya meluangkan waktu bersama saja, tapi juga saling mencurahkan perhatian sepenuhnya pada pasangan. Tentunya tidak hanya dengan mengobrol, kita juga bisa melakukan beragam aktivitas lain yang sama-sama disukai, like watching movies, playing games, traveling, and many other things.

  3. Gifts

    Flowers for riSiapa yang tidak suka mendapat hadiah? Apalagi begitu dibuka ternyata isinya deposito atau kunci mobil? (^_^) hehe. Hadiah ialah bahasa yang sangat efektif untuk mengungkapkan rasa cinta. Beberapa orang memandang hadiah sebagai simbol cinta yang dapat mereka lihat. Harga dan frekuensi bukanlah suatu faktor terpenting dalam memberikan hadiah. If you think your spouse is a Gift person, giving gift in an unexpectful moment will really make him/her happy and secure.

  4. Acts of Service

    Mess at homeSeberapa sering kita melakukan hal-hal ringan yang menyenangkan pasangan kita? Apalagi bila hal tersebut sebenernya tidak terlalu menyenangkan buat kita. Mungkin bisa dengan kita menggantikanya melakukan tugas2 rutin di rumah seperti mencuci piring setelah makan atau melakukan hal lain seperti mencuci mobil/motornya di akhir minggu, memijat punggung atau kakinya di malam hari, dll. Bila pasangan anda suka mengomel minta bantuan untuk membereskan pekerjaan sehari-hari, you should’ve known now that she/he must be the type of person that speaks this language.

  5. Physical Touch

    Lex holding my fingerPada saat-saat tertentu kita biasanya memberikan pelukan pada orang lain. Misalnya saat pertemuan kembali setelah lama berpisah, saat turut merasakan duka atau bahkan saat sedang sama-sama gembira. Ini adalah salah satu contoh penyampaian rasa cinta melalui sentuhan. Secara pribadi saya berpendapat bahwa bahasa ini lebih tepat digunakan oleh pasangan setelah pernikahan 🙂 Tapi bila porsi dan kondisinya tepat juga tidak disertai bumbu2 niat yang salah, saya rasa pasangan yang belum menikah juga bisa menggunakan bahasa ini. Seperti berpegangan tangan saat menyeberang jalan atau sedikit pelukan hangat saat bertemu dan berpisah. Tapi itu semua tentu saja kembali pada persamaan nilai-nilai yang dimiliki oleh keduanya.

OK, now that we know all the 5 languages of love, the next step will be to know which language is dominant for you and which for your spouse. If you need some guidance to help you, click here for a great love languages quiz I found on the internet. After taking a quiz, me and my wife found out that we both value Quality Time more than others. Well, some couple are very lucky that we speak the same language. But of course that’s not always the case. As I’ve said in the beginning of this post, all of the 5 languages are good and should be used to express your love. Now, by knowing the most important one for us and our spouse, I believe we could maximize the love in our life 🙂

Share this Post More

19 Responses to “Do you speak (the right) love languages?”

  1. Sige Says:

    Bahasa cinta yang pertama..cool bro nice post.

    Saya lebih suka menggunakan bahasa yang ke-4 [act of service], walaupun dari kelima bahasa bro Kocu sampaikan terkadang sering juga saya lakonin.

    Karena hidup adalah perbuatan, dan cinta hanya dijumpai dalam hidup maka cinta wajib lebih banyak actionnya mungkin dalam hal ini services nya atau pelayanannya atau perbuatannya. Cuma kekhawatiran yang mungkin muncul jika menjadi penganut sekte bahasa cinta yang ke-4 adalah menjadi budak cinta…ihhh serem..hehe

    Bro I’ll add your Blog to my list.
    Thanks Sige.

  2. yande Says:

    I feel loved when…

    The Five Love Languages

    My Primary Love Languages are probably Quality Time and Physical Touch

    My Detailed Results:
    Quality Time: 9
    Physical Touch: 9
    Acts of Service: 5
    Words of Affirmation: 5
    Receiving Gifts: 2

    About this quiz
    Unhappiness in relationships is often due to the fact that we speak different love languages. It can be helpful to know what language you speak and what language those around you speak. Tag 3 people so they can find out what their love language is. Take the Quiz!

    updated by kocu: Blih yande, sori kalo comment ini aku edit supaya bisa terlihat sebagaimana mestinya ya, plus sedikit perubahan dalam penyajian supaya lebih enak terlihat, tapi datanya ga ada yg di ganti ko (^_^)

  3. yande Says:

    wakaka… kirain bakal keliatan hasilnya, saya emang ga begitu bisa berbasa-basi bro, apalagi setelah menikah, sudah jarang saya merayu gek lagi, untuk menyatakan cinta saya……

    HAJAR BLEH…! wekeke…

    perbuatan lebih bermakna daripada kata2, ga mungkin ada Bagus ama Gek Lan klo cuma ngobrol to… wakaka….

  4. Rian Says:

    Sahat, pict Acts of Service itu pas nyuci piring atau pas mau ngambil makan.. :p

    Anyway, great share 😉

  5. kocu Says:

    Sige: 😆 Iya bro, gawat jg kalo sampe ke level budak cinta.
    Jadi ketawa2 sendiri nih ngebayanginnya 😀

    yande: Wah, brarti sesuai dengan hasil testnya tuh blih 😛 Tapi kalo lagi ada “mau”-nya pasti pake ngerayu2 juga kan? 😀 hehehe

    Rian: 😆 gw jg sebenernya ga terlalu inget rian, tapi kalo liat dari celemeknya sih brarti emang lagi cuci piring tuh 😛 hehehe

  6. cahaya Says:

    hehehe…nyengir dan ngakak baca coment2 diatas…
    well…setuju bgt mas, dengan 5 bahasa cinta ini kemungkinan cinta yang redup bisa dikobarkan dan yang sudah berkobar semakin membara hehehe…

  7. Yani Says:

    pict# 5…physical touch…I luv that…itu gambar apa sih ??? 😀

  8. OktaEndy Says:

    Kayanya aku tipe pillow face 😀
    nempel bantal langsung tidur 😀
    jadi jarang ngobrol ditempat tidur, sekrang ini banyakan isengin neva ditempat tidur hahahahaha….

  9. kocu Says:

    Facebook Comments:

    Devy Tambunan am 05. April um 19:11
    ckckck… bahasa inggrisnyaaa… jadi ga salah kalo kadang2 kk tiba2 manggil kamu di ym buat nanya bahasa inggris. hahhaha..
    btw, mau gabung sama kk & awan *kalo jadi bikin buku*?? ntar hasilnya.., kk 50%, awan 25%, kamu 25%. hahahhahaha! 😛

    Awan Yoewono am 05. April um 22:07
    Berattt.. beraattt…
    ginilah jadinya kalo laki2 dibesarkan diantara kakak2 perempuan yang bisanya cuma bawel ajah.. hehehe…
    terbukti deh kalimat growing old does not mean growing up.. lha yg muda gini aja bisa mengejawantahkan ilmu-ilmu dari luar negeri dengan gamblang dan jelas.. yang tua2 bisanya apa coba? hayoo.. :P~

    Dengan memulai membahasakan teori2 itu ke dalam aktifitas kita sehari2.. hmm.. berguna banget buat yang rada2 lelet or males baca buku yang ‘berat’.. 🙂 nice job!

    Seperti yg I’ve read di atas, klo orang2 western have their own theories of cinta2an.. kenapa kita gak bisa bikin Bahasa Love kita sendiri juga? (bilingual nya gak enak ya?) kekekkk….

  10. Jiewa Says:

    Bahasa cinta tak melulu verbal, terbukti dari 5 poin diatas.. 4 poin diantaranya non verbal 🙂 Thx for sharing om..

  11. exe Says:

    masuk masuk….
    sip sip sip…………

  12. kocu Says:

    cahaya: wah wah, emang lagi penuh semangat mengobarkan nih 😀

    Yani: hehe, itu gambar jari ane lagi di pegangin ama lex (^_^) karena menyeragamkan ukuran jadi banyak ke potongnya deh tuh foto 😛

    OktaEndy: hehehe, biasanya kalo lagi ngisengin neva ada perasaan seperti dipelototi oleh seseorang ga ta? (mamanya langsung melotot kan?) 😛 hehehe

    Devy Tambunan: bhs inggrisnya kan berantakan campur aduk acak adul gitu kep? 😛 wahwah… banyak jiwa bisa tersesat kalau baca buku gabungan kita kali kep 😀 heheheh

    Awan Yoewono: Aku emang berat mas, terakhir nimbang dah naek lagi 1 kilo tuh 😛 Tapi emang bener sih soal “kakak2 perempuan yg bawel” 😀 hehehehe. Kalau soal berteori, saya serahkan pada senior2 yg udah lebih banyak pengalaman dulu deh… Nanti aku bagian menterjemahkan teorinya aja 😉

    Jiewa: Yap! Bahayanya justru yang verbal itu paling mudah untuk dimanfaatkan oleh kaum pria2 kelinci 😀 hehe

    exe: Weks, masuk ke mana om? 😛

  13. putri Says:

    Yup, you’re right…apalgi kalo dah nikah ya bang…..bahasa cintanya bisa hilang…jarang tu mesra-mesra kayak dulu zaman masa pacaran…hehehe

  14. kocu Says:

    Itu berdasarkan pengalaman ya mbak putri? 😛 hehe…

  15. kris Says:

    Iyah, tapi yang paling penting kayaknya asction deh…

  16. kocu Says:

    maksudnya action yang bgmn nih? (^_^) Bukan maen “nyosor” aja kan? hehehe…

  17. nanzzzcy Says:

    wah.. indahnyaaa…
    saya suka semua.. terutama yg gift, apalagi kalo gift itu seperti yg ditulis.. kunci mobil ato sebangsanya hahaha..

  18. kocu Says:

    Kalau bagian menerimanya semua jg pasti suka nanz 😆

  19. roan kasep Says:

    pada ngomong apa sih..?? 😀

Leave a Reply