Barang Empuk

Share More

Apa yang terpikir kalau denger kata barang empuk? Umumnya sih bantal, kasur, sofa dan mungkin… maaf satunya tidak bisa saya sebutkan (..,) maklum saya orangnya pemalu 🙂 hehe

Tapi sejak 2 tahun lalu, barang empuk sudah menjadi kata yang spesial buat saya. Tapi artinya bukanlah salah satu dari hal umum yang saya sebutkan di atas. Barang empuk ialah kata yang keluar ketika saya dan Chenz sedang ngobrol di YM membahas apa terjemahan santai (baca: asal) dari kata software. Ya, jadi barang empuk yang saya maksud ialah perangkat lunak.

Saat itu saya mulai berpikir tentang sebuah proyek idealis, yang lahir karena motivasi terhadap kondisi kritis yang sedang dialami Bangsa kita. Saya pun menuangkan ide itu dan mengajak chenz berdiskusi. Sebagai sesama developer yang banyak menghasilkan produk-produk abstrak, kami merasa prihatin terhadap semakin dianggap biasanya penggunaan barang bajakan, khususnya barang empuk. Bayangkan seandainya kita harus membeli barang empuk dengan harga aslinya, maka akan terbuka lahan besar bagi para developer/programmer Bangsa untuk memasarkan aplikasi lokal dengan fitur yang cukup memenuhi kebutuhan dan harga yang terjangkau.

Kalau berpikir idealis, sesuai dengan slogan yang semakin marak di kumandangkan, pembajakan ialah tindakan kriminal. Membajak mungkin bisa disamakan dengan pencurian, bedanya barang yang dicuri ialah barang abstrak (tidak berbentuk), sehingga dampak terhadap pemilik tidak sama dengan pencurian barang nyata. Tapi artinya, membeli barang bajakan tidak jauh berbeda dengan memberi barang curian. Bila pencurian (atau pembelian barang curian) menjadi hal biasa yang dianggap wajar dalam keseharian, akan berkembang seperti apakah mental Bangsa kita nanti? Berpikir idealis, bertindak realistis. Itulah prinsip yang sering saya pakai saat harus mengambil keputusan penting dalam hidup. Karena bagaimanapun, saya tidak ingin tenggelam dalam idealisme yang tidak bisa direalisasikan. Kita tetap harus realistis. Bangsa kita masih punya banyak kekurangan, tidak perlu diingkari. Saya sendiri sampai saat ini belum 100% bebas dari barang empuk bajakan. Langkah awal ialah memperbaiki mental, mulai dari diri sendiri, dan mulai mempengaruhi orang-orang di sekitar kita.

Kembali ke proyek, saya ingin ada web yang bisa menjadi sumber informasi software alternatif bagi Bangsa Indonesia. Kenapa software alternatif? Bila mau berhenti menggunakan barang empuk bajakan, diperlukan barang empuk pengganti yang bisa memenuhi kebutuhan. Karena terbiasa menggunakan bajakan, banyak dari kita tidak tahu bahwa ada software dengan fitur yang mencukupi kebutuhan kita dan bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau atau bahkan Gratis! Jadi proyek ini terbentuk karena:

  1. Saya tidak punya hak dan kemampuan (atau tidak tahu) bertindak memerangi pembajakan dari segi hukum
  2. Walau di tahan seketat mungkin, celah pasti akan tetap ada. Menurut saya, tidak mungkin bisa menghapus kejahatan pembajakan 100%
  3. Jadi… lebih baik kita memupuk mental bersama, saling membangun, mengingatkan, dan berbagi informasi

Saya rasa cukup, tidak perlu lebih panjang lebar lagi, karena yang ingin saya share hari ini ialah mulai berjalannya proyek tersebut. YA! Buat teman-teman, rekan-rekan, abang adek om dan tante, mari kita bersama memperbaik Bangsa kita, mulai dari diri sendiri. Gunakanlah software alternatif. Ingin informasi software alternatif? Silahkan cari informasi di barangempuk.com.

barangempuk.com – blog informasi software alternatif

Share this Post More

2 Responses to “Barang Empuk”

  1. Chen Hendrawan Says:

    Kayanya waktu itu gw ngomongin barang empuk bukan yang beginian deh.. 😀 Itu lho.. yang… =p~

  2. kocu Says:

    iya ya… pertamanya kita kan ngomongin soal bantal ama sofa kan? 😉 hehehe

Leave a Reply