Bisnis SemuaMauSenang

Share More

Seperti apa ya bisnis yang baik itu? yang banyak menghasilkan uang? bikin yg punya jadi kaya? atau?

Sebentar, mundur sedikit dulu, apa sih bisnis itu? Punya toko? Punya restoran? Punya perusahaan sendiri? Kalau mau tau pastinya, mending lihat di kamus. Tapi buat gw pribadi, kata bisnis itu bukan hanya beberapa contoh tersebut, atau contoh-contoh sejenis lainnya. Banyak orang yang berharap suatu saat nanti akan jadi pelaku bisnis, ingin jadi wirausahawan, atau yg istilah kerennya disebut entrepreneur. Hey, why wait?!? Pengen rasanya curhat panjang lebar lagi soal ini, tapi sayangnya (atau syukurnya ya? 😛 ) bukan itu yang lagi pengen gw share hari ini.

Kembali lagi ke bisnis yang baik, seperti apa bisnis yang baik itu? Kebetulan lagi baca bukunya Guy Kawasaki, di awal chapter om guy menekankan beberapa hal penting untuk memulai. Salah satunya, atau lebih tepat yang pertama ialah: Memberi makna. Rasanya hati dan pikiran saya langsung berteriak “YA! Itu dia!”

Tapi, memang manusia itu berbeda2. Pasti banyak juga orang yang tertawa membacanya, “Hahaha, Lihat saya, gak perlu makna-maknaan sekarang sudah bisa punya rumah besar, banyak mobil mewah, perusahaan besar dimana ribuan bahkan jutaan manusia bergantung padanya”, begitu kata mereka dalam hati, atau bahkan diucapkan dengan lantang?

Ya, tidak salah juga. Kan banyak jalan menuju Roma? Mungkin memang gw aja yang terlalu idealis. Bisnis kan memang untuk menghasilkan uang? Apa salahnya kalau ada cara mudah tapi tidak di manfaatkan? Walau harus membodohi beberapa orang? beribu? berjuta? Toh cuma uang sedikit bagi mereka kan? Tidak sampai merampok orang yang baru ambil uang di bank, atau menodong di jalan sepi. Tidak pernah ada pemaksaan, cukup menyediakan fasilitas, mereka sendiri yang akan mengambil keputusan untuk mau. Memang sih sebenarnya untung perusahaan sudah besar, tapi kalau ikut trend ini kan lumayan, paling tidak bisa meningkatkan keuntungan berlipat-lipat, sampai mereka sadar. Ya kalau gak sadar-sadar juga syukurlah. PRET!!

Memang sudah bukan rahasia bahwa bangsa kita ini bangsa yang mudah dibodoh-bodohi. Bukan menghina, saya juga bagian dari Bangsa ini ko. Dari jaman Sekolah Dasar kita sudah diajarkan bagaimana adu domba dapat membawa kehancuran. Tapi kali ini, entah apakah ada pengaruh dari luar lagi, atau hanya sekedar individu-individu yang melewatkan kelas sejarahnya dulu. Jadi inget sebuah cerita waktu sekolah dulu:

Pak Prof. Ider ialah seorang guru Matematika di sebuah SD terkenal, sangat pintar dan memegang peranan yang sangat penting terhadap perkembangan sekolah. Kita panggil saja beliau Pak Prof. Suatu hari di awal bulan, Pak Prof pergi ke kelas-kelas. Ngapain ya? Ternyata dia mau membagikan 3 sepeda baru pada 3 orang murid di akhir bulan ini. Wow, semua murid melompat bersemangat. Syaratnya mudah, masing-masing anak cukup menyisihkan 100 rupiah uang jajannya, meletakkannya dalam amplop, dan menuliskan nama mereka dalam amplop tersebut. Setiap pulang sekolah, mereka diminta memasukkan amplop tersebut pada kotak yang disiapkan di gerbang sekolah. Dari amplop itulah akan dipilih 3 anak yang beruntung. Kontan semua anak berteriak semakin kesenangan, membayangkan bisa mendapatkan sepeda baru dengan sangat mudah. Oh, ada lagi tambahan informasi, mereka boleh memasukkan amplop sebanyak2nya, yang penting jangan lupa 100 rupiah per amplop. Hoho, murid2 tambah semangat lagi, kesempatan menang mereka bisa semakin besar. Demikianlah semua murid bersemangat memulai rutinitas baru mereka sehari-hari.

Akhir bulan datang dengan cepat, Pak Prof mulai menghitung. Hm, ternyata memang tepat perkiraan beliau sebelumnya, dengan uang tersebut jangankan 3, dia bahkan bisa beli 10 sepeda baru! Lalu tinggal pilih 3 orang yang beruntung. Eh salah, ternyata hanya 1 orang yang beruntung, karena sudah ada 2 orang murid yang dipilih sebelumnya. Yah, terlalu rumit untuk dijelaskan di sini alasannya.

Demikianlah proses itu terus berlanjut dan berkembang bulan demi bulan, bahkan Pak Prof juga menawarkan guru-guru lain untuk melakukan hal yang sama. Nanti dia yang akan mengurus semuanya, lalu tinggal bagi hasil. Manthap! Sejak itu Pak Prof selalu dapet tambahan pendapatan sampai berkali-kali lipat gajinya terdahulu. Sangat menyenangkan bagi beliau, karena pikirnya, “Aku senang, mereka juga senang”.

Sayangnya cerita ini belum berakhir, entah apakah kepala sekolah sudah tahu atau belum? Kalaupun akhirnya tahu, entah apakah dia akan menganggap ini suatu inovasi besar untuk penghasilan sekolah, atau ini adalah tindakan tidak etis yang mencari keuntungan diri sendiri?

Adakah kenikmatan dari hidup dengan menyalahgunakan kebodohan orang lain? Buat gw pribadi, bisnis yang baik akan memberikan makna dalam hidup, hidup banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Salam.

Share this Post More

2 Responses to “Bisnis SemuaMauSenang”

  1. Chen Hendrawan Says:

    Apaan nih?? Konten provider yaaa :p :p Sms premium 😀 Apa bisnis esek-esek?

  2. kocu Says:

    bisnis esek-esek apaan lagi tuh om? :-p jangan bikin gosip ah 🙂 ini cuma cerita tentang guru yang memegang peranan penting di perkembangan sekolah 😀

Leave a Reply