mengasih(an)i – Part 1

Share More

Membantu orang lain itu memang memberikan suatu kenikmatan tersendiri. Saat kita bisa mengulurkan tangan pada orang2 yang sedang susah di sekeliling kita, atau bahkan hanya sekeder meminjamkan telinga beberapa saat untuk mendengar keluh kesah seseorang. Tapi buat gw, ada 2 hal utama yang sangat vital dalam mempraktekkannya.

  1. Hati menentukan ketulusan. Saat membantu ada kalanya kita tidak sepenuh hati tidak mengharapkan imbalan. So what? Sangat manusiawi kan? Memang sangat indah bila semua manusia bisa memiliki hati tanpa pamrih. Tapi dunia ini toh tidak seindah daun kelor 😛 Ada saatnya bahkan bantuan yang kita berikan akan berbalik dalam bentuk yang menyakitkan. Sehingga saat kita membantu dengan tidak tulus, justru kita menggantung hati kita dalam posisi yg berbahaya. Bantulah, terus ga usah diinget2. Saat orang yang kita bantu itu tiba2 membalas dengan tuba? Who cares? We never really expected anything, anyway. Jadi ga ada extra beban kan di hati (^_^)

  1. Pikiran menentukan keberhasilan. Yap! Membantu orang bukan berarti semua pasti berakhir dengan baik. Yang disebut “akhir” itu akan terlihat dalam 2 tahap, jangka pendek dan jangka panjang. Kondisi terparah apabila dalam jangka pendek bantuan kita malah menyusahkan orang yang kita bantu, dan dalam jangka panjang justru menghancurkan. Dan kondisi paling ideal itu kebalikannya, dalam jangka pendek kita membantu, dalam jangka panjang kita menyelamatkan. Agak ribet ya? Namanya juga pikiran, kalo ga pake mikir ya ga perlu pikiran kan? 😀 Beberapa syarat utama yang harus kita pikirkan saat membantu itu:

    • Kenali Kemampuan Diri (1)

      Kalau ragu pada kemampuan sendiri dalam hal bantuan yang ingin diberikan, lebih baik jangan maksa tetap membantu. Nanti cuma ngerepotin, atau malah bikin masalah tambah parah.

    • Kenali Kemampuan Diri (2)

      Kalau sudah turun tangan membantu, dan ternyata kita sadar kemampuan kita kurang, jangan ragu untuk mundur. Kalau perlu cari bantuan lain bersama2, itu lebih baik daripada ngotot sendiri.

    • Cermat

      Sudah sangat sering terjadi, orang yang ingin membantu justru dimanfaatkan. Bahkan sampai berupa tindakan kriminal. Cermati sekeliling dan tetap waspada. Jangan sampai kita jadi korban kelicikan orang

    • Kasih(an)?

      Mengertilah perbedaan kasih dan kasihan. Kelalaian dalam syarat ini biasanya berhubungan dengan jangka panjang. Bila kita bergerak karena merasa kasihan, kita tidak akan berpikir panjang. Kita tidak akan memikirkan pengaruh bantuan kita pada orang tersebut besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dst. Yap! Dari semua sharing di atas, sebenarnya ini topik utamanya

OK! Sekarang mengenai topik utama – tapi kayanya udah lumayan panjang sharingnya 😮 gak sadar 😀 so, topik utamanya dibahas di posting berikutnya aja (^_^)

Share this Post More

2 Responses to “mengasih(an)i – Part 1”

  1. RMY Says:

    The joy of giving….bagaimana pun kita harus cermat dalam memperhitungkan efek jangka panjang dari tindakan kasih kita…

  2. kocu Says:

    RMY: Yap! (^^)

Leave a Reply