Tips: Menghindari Ranjau Paku

Share More

Berbicara mengenai ranjau paku, gw yang memang pemula dalam mengendarai motor ini cukup punya banyak pengalaman (yg tidak bisa dibanggakan tentunya 😛 ) – Rekor “terbaik” ialah bocornya ban karena paku sebanyak 4 kali dalam sebulan di tempat yang berbeda. Pertama kena di rawa sari dekat kolam renang Arcici, pulang2 berenang sudah harus dorong motor lumayan jauh cari tukang tambal ban (soalnya tukang tambal ban terdekat orangnya lagi ga ada). Kedua kalinya di kemang pulang meeting dari Club Azur, begitu keluar langsung olang oleng ban udah bocor. Ketiga kena di Kelapa Gading Boulevard, akhirnya gw ganti ban dalem (untung bawa cadangan). Keempat yang paling barusan di jalan belakang ITC cempaka mas abis pulang ngapel. Ini paling bahaya karena kebetulan lagi jalan agak cepet. Hiks, ban dalem baru ane akhirnya langsung kena tambalan juga.

Intinya! Jangan terlalu percaya tips gw, karena terbukti gw sendiri belum bisa mengatasinya 😆 Tapi tetep gw akan share beberapa hal yg gw udah pelajari tentang ranjau paku nih (^_^) semoga bermanfaat.

So it is said that if you know your enemies and know yourself, you will win hundred times in hundred battles. If you only know yourself, but not your opponent, you win one and lose the next. If you do not know yourself or your enemy, you will always lose

Memulai dengan kutipan salah satu strategi perang dari Sun Tzu, adalah hal penting untuk mengenal siapa musuh kita. Dalam tips ini musuh utama kita adalah ranjau paku (kita gak mungkin perang dengan penebarnya kan? 😛 ). Pengenalan pertama ialah pengertian ranjau paku. Buat gw, pengertian ranjau paku ialah sekumpulan paku (atau benda tajam sejenis lainnya) yang digunakan (ditebarkan) di jalan secara sengaja, agar kendaraan yang melindasnya mengalami kerusakan ban, apapun motivasi dari penyebarnya.

Dari aspek hukum ranjau paku terbagi menjadi 2, yaitu ranjau paku legal dan ranjau paku ilegal. Ranjau paku legal disebarkan oleh pihak berwenang (polisi) untuk tujuan pengejaran kendaraan bermotor, biasanya mulai digunakan setelah mencapai heat level 4. Ranjau paku ilegal disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi, misalnya tukang tambal ban untuk mendapatkan pelanggan (tapi jangan langsung menuduh ya!), bisa juga perampok untuk menghentikan laju korbannya, atau jangan2 orang iseng untuk memuaskan ketidak normalan-nya. Jelas tidak akan ada tips untuk menghindari yang legal, plis deh, kalo dikejer polisi ya minggir, jangan kabur!

Mulai semakin menjurus, ranjau paku ilegal masih memiliki beberapa macam jenis, berikut 4 jenis ranjau paku yang sudah saya pelajari dari berbagai sumber di urutkan berdasarkan level kecanggihan ter-tinggi ke ter-rendah:

  1. Ranjau Paku Bunglon

    Jelas sekali, sifat utama bunglon ialah menyamarkan diri dengan keadaan sekelilingnya. Ranjau jenis ini sering diberi warna seperti warna jalan, beberapa sumber mengatakan paku-paku tersebut dibakar terlebih dahulu bersama ban bekas agar berwarna gelap dan tidak memantulkan sinar, baik yang berasal dari lampu jalan maupun lampu kendaraan.

  2. Ranjau Paku Siluman

    Dari namanya saja sudah bisa kita bayangkan, ranjau ini sebagaimana layaknya siluman dapat berubah bentuk menjadi macam-macam benda lain. Bisa saja seperti kotak korek api, bungkus rokok, kertas kosong, plastik, ban atau karet sisa dan berbagai macam benda kecil lain yang tidak mencurigakan.

  3. Ranjau Paku Gak Niat

    Yah, yang menyebar ranjau ini gak niat-niat banget, jadi males mau repot2 untuk nyiluman-in atau di ngebunglon-in pakunya. Dia cuma tebarin aja banyak-banyak di pinggir (bahkan juga di tengah) jalan.

  4. Ranjau Paku Gak Penting

    Ini benar-benar gak penting, sebagian ranjau paku juga ada tanpa unsur kesengajaan, mungkin ada orang yang baru beli paku terus plastiknya jatoh, atau paku sisa nempel di kayu, atau paku nyelip, pokoknya sebenernya gak penting sih, tapi kalo lagi sial sih bisa aja kena (^_^)

Setelah kita sudah lebih kenal dengan ranjau paku, sudah saatnya kita berbagi bagaimana cara menghindari atau bahkan mengatasinya. Berikut beberapa tips-nya:

Untuk Menghindari (mencegah selalu lebih baik daripada menyembukan atau memperbaiki. Sebisa mungkin mari kita terlebih dahulu berusaha menghindari terkena ranjau paku)

  1. Speed does Matter

    Kecepatan motor berbanding lurus dengan resiko kena ranjau paku. Dari sumber tertentu saya belajar bahwa saat mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, resiko untuk paku tertanam ke motor juga lebih tinggi. Logika bodohnya kalau kita jalan cepet walaupun sudah liat akan lebih susah kan menghindarinya.

  2. Gunakan Lajur Tengah

    Baik jalur lambat atau cepat, jangan melaju terlalu ke pinggir. Memang saran ini sudah sedikit usang, menurut beberapa sumber sekarang ini banyak ranjau sudah ditabur di tengah jalan, tapi setidaknya pasti akan tergeser dan terdorong saat mobil-mobil besar lewat, jadi menurut gw pribadi tetap lebih aman jalur tengah. Tapi pastikan jangan melebihi batas yang diperbolehkan untuk pengendara motor. Lagian kalo jalur pinggir ama tengah ga dianjurkan jadi mesti lewat jalur mana lagi 😛 hehe

  3. Selalu Awas

Trust in God, but lock your doors

  • Ever heard of it? Denger-denger sih itu peribahasa orang rusia. Memang baik kalau kita percaya Tuhan pasti jaga kita, tapi bukan berarti kita gak waspada kan? Selalu awas dimanapun kita berada, selalu hindari melindas benda-benda kecil yang tergeletak di jalan.

  1. Bawa Serep

    Kadang kalau lagi sial di saat sial bisa saja ban dalem kita sobek dan tidak bisa ditambal. Kalau sudah gini tukang ban biasanya jual mahal sok gak butuh kasih harga ban diatas rata2. Lumayan kan kalau sudah bawa serepnya, jadi lebih murah dan gak perlu gondok gara2 mesti beli ban mahal.

  2. Tempat Rawan (Added on July 5th, 2007)

    Banyak sekali informasi tempat rawan ranjau paku di sekitar Jakarta. Kalau saran gw sih, mending jangan di dengerin. Lupain aja semua informasi tempat rawan tersebut. Kalau sampai kita inget, kita hanya akan waspada saat melewati jalan2 tersebut. Otomatis saat kita berhasil melewati daerah rawan dengan aman, kewaspadaan kita akan menurun. Siapa yang bisa jamin bahwa penebar ranjau paku tidak akan pindah lokasi? Siapa yang bisa jamin bahwa mereka tidak tahu wilayah operasi mereka sudah tercatat sebagai daerah rawan ranjau paku? So, bukan gak mungkin justru daerah rawan itu yang akan jadi daerah aman. Intinya, jangan inget daftar daerah rawan, lebih baik terus jaga kewaspadaan sepanjang jalan.

Untuk Mengatasi (kalau masih kena juga mau bilang apa lagi, sudah nasib kali ya. Jadi penting juga kita tahu bagaimana mengatasinya)

  1. Minggir

    Kalau motor sudah olang-oleng, ga bisa terkendalikan, kaya inul dia ngeliak ngeliuk, ya minggir mas ya, jangan sok jagoan malah sambil angkat satu tangan terus begaya koboi maenin lasso 😛 TAPI! jangan juga terburu-buru, inget spion, pastikan dulu di samping tidak ada kendaraan lain (masa gini aja mesti diajarin). Dan yang paling penting, minggir ke tempat yang lumayan ramai, agak jauh dikit minggirnya asal selamat kan? Ini untuk menghindari penebar ranjau bermotivasi perampokan dan sejenisnya.

  2. Barang Berharga

    Hati-hati saat sudah menepi, walaupun kita sudah memilih tempat ramai, ada aja terkadang orang yang nekat. Jadi jangan sembarangan mengeluarkan HP, dompet, cincin berlian, brankas uang ataupun benda berharga lainnya. Biasakan simpan uang kecil di saku untuk keperluan mendadak seperti ini. Kalau memang perlu menelepon atau mengeluarkan dompet, pastikan dulu daerah sekeliling lumayan aman sambil pura2 memeriksa kondisi motor atau ban. Kalau perlu hentikan orang yang kebetulan lewat untuk pinjem HP nya. Eh, yg terakhir becanda ya, jangan di praktekin beneran 😀

  3. Tukang Tambal Ban juga manusia

    Memang terkadang ada tukang tambal ban yang menjadi oknum penyebar ranjau paku, tapi janganlah kita berburuk sangka, karena belum tentu tukang tambal ban yang kita kunjungi itu orangnya. Mungkin saja dia suruh lae-nya, adeknya, abangnya atau temen-nya, intinya belum tentu dia toh. Jadi jangan kita jadi bersikap sinis karena curiga, ga mau kena ranjau paku ke-2 di muka kan? 😀

  4. Harga Jasa/Barang

    Sebelum ban motor mulai dikerjain, pastikan sudah tanya harganya, gw belum pernah denger sih kejadian dengan ganti atau tambal ban, tapi sudah pernah denger kasus dalam hal lain orang disuruh bayar super mahal setelah beres. Ini bisa dibilang perampokan terselubung, soalnya kalau ga mau bayar ranjau paku ke-2 siap beraksi 😛

  5. Tetap Waspada

    Setelah ban dalem dilepas, tetap waspada. Saat pengecekan kebocoran, pastikan yang dikatakan bocor memang bocor, bukan akal2an dia untuk menambah biaya saja, tapi jangan terlalu menyebalkan juga cara waspadanya 😐 inget mereka juga manusia 😛 Berikutnya saat ban akan dipasang kembali, pastikan paku yang (biasanya) masih menempel pada ban luar sudah dicabut semua (bisa saja lebih dari satu)

  6. Ingat! Jangan Lupa

    Yang paling penting, setelah semua beres, jangan sampai lupa atau bahkan pura2 lupa untuk bayar! Sekali lagi gw ingetin ya, tukang tambel ban juga manusia lho 😛 hehehe, horas lae!

Sumber:

Share this Post More

One Response to “Tips: Menghindari Ranjau Paku”

  1. OktaEndy Says:

    Rekor terbaik
    1. 2 hari berturut2 kena ranjau paku
    2. 1 hari terkena ranjau dengan 2 motor berbeda. motor ku bocor. aku ganti motor adek bocor lagi.

    sebagian tukang tambal yang aku temui, ngomong nya memang horas 😀
    jadi loe kalo mau aman ngomong aja nagadong hepeng 😀 (bener gak nulisnya?)

Leave a Reply