Nasi sudah jadi Bubur

Share More

Rice CookerSebuah istilah yang biasa kita dengar di Indonesia. Sebenernya sih kepikir untuk cari versi bahasa inggrisnya, tapi blom dapet tuh. Nasi ialah makanan pokok di indonesia. Bubur itu, bisa dibilang makanan alternatif, terutama saat sakit atau saat tidak butuh makanan berat (sarapan misalnya). Lalu kenapa dengan nasi yg sudah jadi bubur? Gak perlu dijelasin sebenernya, tapi gapapalah biar agak panjang dikit postingnya (^_^) Nasi atau bubur keduanya berasal dari beras yang direbus atau ditanak. Yang membedakan hasil proses menjadi nasi atau bubur ialah perbandingan antara beras dan air yang digunakan. Yah… sebenernya sih gw sendiri masak nasi seumur hidup ini mungkin blom sampe hitungan satu tangan :p Inti dari peribahasa ini ialah kalau kita mau masak nasi, tapi jadinya malah bubur (kebanyakan aer gitu), kita ga akan bisa balikin lagi tuh bubur jadi nasi.

Bila direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, yang ingin disampaikan oleh peribahasa itu ialah suatu keterlanjuran. Sebagai manusia, tidak satupun dari kita bisa luput dari kesalahan. Setiap hari terkadang ada saja perkataan, perbuatan atau pekerjaan yang salah, tapi tidak bisa kita perbaiki atau ulang kembali. Saat itulah kita sering merefleksikan diri dengan peribahasa ini, “nasi sudah jadi bubur”, sudah terlanjur, sudah terjadi, mau diapakan lagi. Rice Tapi, kebanyakan orang sudah pintar berkelit, menambahkan lagi dengan versi masing-masing: kalo nasi sudah jadi bubur, kasih garam saja sama telur, biar enak, atau bikin bubur ayam, pake sate ampela, hm….. Banyaklah pengembangan dengan versi masing-masing, yang intinya ialah dinikmatin aja. Kalau memang sudah salah, toh tidak bisa diapa2kan lagi, jadi yah sekalian saja dinikmati hasilnya juga.

Memang terdengar mudah, terutama bila yang masak itu kita sendiri. Tapi bagaimana dengan kehidupan bersama? Dalam keluarga, persahabatan, pekerjaan, bagaimana bila bubur itu disebabkan oleh kesalahan orang lain? Bisakah kita tetep telan bubur itu? Cinta membuat kesalahan terasa lebih menyakitkan. Bubur orang yang kita cintai, baik sebagai keluarga, sahabat atau rekan, pasti terasa lebih pahit. Butuh lebih dari sekedar garam, telur dan sate ampela untuk bikin enak. Bahkan mau ditambahin macem2 mungkin jadi tambah pahit. Waktu terus berjalan, kita makan (normalnya) 3 kali sehari, bubur yang sudah jadi, mau di makan atau tidak, tetap akan jadi bubur. Tapi, besok tetap dateng, kesempatan baru tidak menunggu keputusan kita. Sekedar mengingatkan saja:

  1. Jangan sampai makanan besok2 juga jadi bubur, karena kita terlalu memikirkan bubur hari ini, atau bubur kemarin.
  2. Jangan juga kita secara tidak sadar menghasilkan bubur kita sendiri, karena kita terlalu memikirkan bubur orang lain.
  3. Kalau sudah tahu airnya kebanyakan, kenapa harus ditunggu sampe jadi bubur.
  4. Buburlah pada diri sendiri, tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga diri kita dan orang-orang di sekeliling kita.

Gubrak! Yang terakhir maksa ya :p hehe, tapi sebenernya gw mau tanya, bubur ayam paling enak yg pernah kalian makan dimana ya?

Share this Post More

2 Responses to “Nasi sudah jadi Bubur”

  1. eliezer faizal Says:

    …er…Rice has became porridge?

    Di deket rumah g, di Bulak Kapal Bekasi Timur, ada bubur ayam yang enak…

    Atau lu mo beli di tempat waktu kita makan sama Dewi? nah….

  2. kocu Says:

    wah zal, for some reason, akismet masa nganggep comment lu sebagai spam (^_^) hahaha… gw ga sengaja liat pas mau hapus spam ko ada nama lu :p untung ga keapus nih 🙂

    Buset! bubur ayam aja mesti ke bekasi 😐

Leave a Reply