The Only One Who Call Me Leo

Share More

goodbye nte She is the only person who call me by my middle name, Leo. Growing up together in the same house, she is already like the oldest sister to us all.

I would never forget those precious moments. The one she punished me to stand on 1 feet with 1 hand touching my ear on the other side, the one she made me admit my lies because she asked me to swear in front of an image from Jesus, or the one she and my bother and sisters laughed so hard while trying to release me when I got zipped by my pants (dont ask). Hahahaha, I’m not so sure if they are good memories though.

She really played a big role making me the way I am now, and I am so grateful for it. She is smart, wise, kind and tough! She is the person I always look up to, especially since we have some similarities! We both are the youngest child and our birthday is next to each other. I always believe I should be more like her to become a better person.

Even until her last moment, she still played her role well as the oldest sister for us. When papa passed away 2 years ago, she decided to stay close to mama by quiting her job in Bali and moved back to Jakarta. We had once a long talk about keeping our mother strong and happy, and actually I still owe her a promise from this talk.

Tante Christin, for us it is too soon, but God has called you back. As abang said today, please bring and give regards to our father and keep watching over us from above. I’m really sorry that I can not be there to kiss you goodbye. Still I am grateful that God had given me the chance to see you one last time a few weeks ago.

Rest in peace dearest auntie,
we will take good care of our mother.

I love you…
we love you…

(Your Leonard)

Anakku, Berjuanglah dan Majukanlah Indonesia!

Share More

Daftar Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
Keramaian Pilkada DKI 2017 semakin memarakkan pembagian gambar dan tautan di facebook. Kita bisa lihat bersama 2 pendapat berbeda mengenai memilih Ahok bagi umat Islam. Sebagai Non-Muslim, tentunya saya tidak akan berpendapat apapun mengenai hal itu. Saya tidak berhak dan tidak perlu juga sok tahu. Saya menghormati keputusan setiap orang untuk berjalan sesuai kepercayaan masing-masing, dalam konteks ini bagi Muslim yang mau memilih Ahok walaupun dia Non-Muslim maupun yang tidak mau memilih Ahok karena dia Kafir. Yang pasti, di balik setiap pilihan tetap ada konsekuensi. Saya hanya ingin sedikit berbagi mengenai dampaknya bagi saya pribadi.

Saya bukanlah orang yang terlahir dengan bakat memimpin. Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, saya terbiasa menjadi pengikut. Saat SMP kelas 1 dulu ada pengalaman yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Di pemilihan ketua kelas, terpilihlah teman saya yang kebetulan seagama dengan saya. Saat itu saya tidak ada pemikiran apapun mengenai perbedaan agama dan saya yakin banyak teman-teman di kelas juga sama. Sampai terjadi perkembangan yang mengejutkan, seorang teman Muslim menyampaikan keberatannya dipimpin oleh agama lain sampai meminta dukungan guru untuk menganulir pemilihan sebelumnya berdasarkan alasan tersebut. Walaupun tidak terjadi konflik panjang, pengalaman pertama ini cukup membuat saya terkejut.

(more…)

Once in a Lifetime

Share More

is this a dream…?
will i wake up realizing that this isn’t real…?

these tears… are they real?
these feeling… it hurts

your strong arms, they used to carry me
your deep gaze, it can always see through me
the warmth of your laugh, they had always cheered me
and love… i can always feel it in your admonitions

dad, there are so many things i still want to tell you
so many things i still want to show you
look dad!! look what i can do now!
look! please look..! please…
maybe just for one last time…
let me just show you… what i’ve become
so imperfect and far from your expectation,
yet, you never fail…
to make me feel so precious, so loved

these tears… they are real
these feeling… it remains

i know it’s not a dream
nothing will change the moment i wake up
so just let me keep these memories within
all about you, and all that you are

rest in peace papa,
we love you…
always…

papa

Dahlan Iskan, Jokowi dan Ahok

Share More

Dahlan IskanAda apa dengan 3 nama ini? Inilah 3 nama pertama yang mengembalikan keyakinan saya bahwa masih ada harapan untuk indonesia. Kalau saya coba ingat-ingat, sejak kecil saya sudah tidak ada niat untuk jadi PNS atau sejenisnya. Walaupun sebenarnya kalau mau belum tentu juga diterima 😛 tapi saya sudah terlanjur apatis dengan sistem yg ada. Saya melihat arus deras dan memutuskan untuk tidak lompat ke dalamnya. Bahkan setelah adanya reformasi, yg saya lihat sebagai rakyat biasa kondisi justru seperti makin memburuk. Mungkin bisa dbilang seperti kelompok mafia yang kehilangan godfather-nya, malah berantakan dan tidak terkendali. Tidak perlu melihat sampai mereka yg korupsi besar-besaran, dari hal-hal kecil saja masih terasa di banyak kantor-kantor pemerintahan.

Sampai kira-kira sekitar 3 tahun lalu, saya yg asyik sendiri dan tidak terlalu peduli dengan urusan pemerintahan apalagi politik tiba-tiba mendapatkan angin segar. Saya sebagai blogger ga niat suatu hari menemukan blog yang sangat menarik, Catatan Dahlan Iskan. Melihat gaya beliau yang jauh berbeda dari umumnya pejabat memberi secercah harapan buat perbaikan bangsa. Saya hanya mulai dari sekedar membaca blog tersebut sekali-sekali, lalu mengikuti berita-berita dan akhirnya menemukan grup fb GERAKAN RAKYAT DAN FACEBOOKER MENDUKUNG DAHLAN ISKAN JADI PRESIDEN. Kalau tidak salah ingat waktu join dulu namanya belum seperti sekarang, karena saya sempat bingung waktu namanya berubah dan saya tidak ingat join grup dengan nama baru tersebut. Tapi tidak apa-apa, saya juga akan sangat senang kalau “abah” jadi presiden (begitu beliau banyak dpanggil oleh pengagumnya).

Lalu pada pemilihan kepala daerah DKI kemarin saya menemukan 2 nama baru (baru buat saya), yaitu Jokowi dan Ahok. Walaupun tidak yakin bisa ikut memilih karena sedang berdomisili di daerah lain, sebagai pemegang ktp jakarta saya merasa penasaran. Saya coba cari informasi mengenai kedua nama tersebut. Dari hasil pencarian saya, saya menemukan peristiwa yang saya anggap fenomenal pada keduanya:

  • Jokowi memenangkan pilkada periode keduanya di Surakarta (Solo) dengan total suara melebihi 90%
  • Ahok yang notabene keturunan Tionghoa dan beragama Kristen memenangkan pilkada Belitung Timur yang mayoritas memeluk agama Islam

Saya percaya ada makna besar di balik kedua peristiwa tersebut, karena kepercayaan masyarakat di kedua daerah tersebut tidak mungkin tanpa alasan. Setelah mencari informasi tambahan, saya temukan juga bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Beberapa di antaranya ialah pentingnya jaminan kesehatan dan pendidikan untuk rakyat, keterbukaan dalam mengelola pemerintahan dan sepak terjangnya yang terlihat jauh dari kepentingan pribadi apalagi golongan tertentu. Sikap dan bahasa tubuhnyapun sangat berbeda dengan pejabat pada umumnya mengingatkan saya kepada orang pertama yang memberikan saya harapan, Dahlan Iskan. Darah saya mulai memanas, saya melihat kesempatan untuk Indonesia yang lebih baik semakin besar, terlebih setelah mereka akhirnya menang.

(more…)

Goodbye Paradise Island

Share More

Bali is a very special island. I believe that it’s listed on top as a holiday destination of many Indonesian and even people around the world. It’s nature and culture is one of a kind, moreover, the people are really nice and friendly.

For me personally, there is even more to bali than that. The first time I step my feet on Bali was around 25 years ago in a holiday with my family. We went back there a few years later, but this time was to stay. We lived there for 3 years only, but those were really great years. Never have I imagined, that more than 15 years later I would move back to Bali, start a new life with my wife, have 2 kids and have even greater years.

Now 6 years has passed but I’m no longer living in Bali. 1,5 years ago our little family were given a great chance to go on a new adventure in a faraway land. So I would simply like to express my gratitude to the paradise island with this post. An island that will keep forever our great moments as wonderful memories, an island that we maybe one day will call again our home.

My Special thanks also to a special friend, Rian, who was helping a lot when I was moving in and still helping until the last day we were in Bali. Then also a big thanks to Markus and Peter (my boss in the company I currently work for), who were responsible for both great experience: moving us in to and out of Bali. Then of course, all my colleagues, friends and relatives who have made our Bali experience hundreds times more fun! I wish nothing but the best for all of you.

Bali Great Moments

(^^) akhir kata – kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi…

Iseng

Share More

Pengalaman Kami Mencoba VBAC

Share More

Buat yang belum tau apa itu VBAC, mungkin bisa baca dulu post sebelumnya. Seperti yang saya janjikan di post tersebut, sekarang saya akan share pengalaman pribadi kami saat mencoba VBAC.

Diawali dengan cek kehamilan oleh istri saya dengan hasil positif dan sedikit info mengenai VBAC yang kami temukan di internet, kami mulai menyempitkan beberapa pilihan dokter kandungan dan akhirnya memutuskan untuk mencoba konsultasi pertama dengan seorang dokter kandungan di sebuah klinik bersalin water birth. Kami merasa senang dari saat pertama kali masuk ke ruang tunggu dan mendaftarkan diri karena dalam ruangan itu kami sudah bisa temukan beberapa informasi mengenai VBAC yang bahkan menurut saya sedikit persuasif.

Rasa senang pun semakin meningkat saat konsultasi karena dokter tersebut sangat mengerti dan bahkan berpengalaman membantu proses VBAC. Beliau juda dengan tenang memberi info yang sangat jelas mengenai resiko dan tindakan apa yang harus diambil pada kondisi darurat. Kami pulang dari klinik tersebut dengan puas dan memutuskan untuk melanjutkan kontrol rutin sekaligus proses VBAC di klinik tersebut.

Minggu demi minggu berlalu dan kontrol kami lakukan secara rutin. Terkadang terasa lama, tapi terkadang seperti begitu cepat. Akhirnya kami memasuki minggu-minggu terakhir dengan sedikit gugup. Semua persiapan sudah lengkap tapi rasa khawatir tidak dapat kami pupus habis. Mengingat kelahiran anak pertama kami yang sedikit lebih awal dari perkiraan maka persiapan untuk kelahiran kedua ini juga sudah kami siapkan cukup awal.

(more…)