Blog Sahat Tambunan

my personal blog, a personal view of the global world

DaisypathAnniversary Years TickerDaisypath Anniversary Years Pic

Jakarta vs Bali, Match 1

1-0: kalau mau nonton, Jakarta banyak pilihan bioskop dan 1 bioskop saja bisa punya 4-6 studio yang kwalitasnya muanthap muanthap mulai dari lobi, kantin, sound system bahkan wc. Sayangnya Bali hanya ada 1 bioskop yang kwalitasnya lumayan. Itu pun hanya punya 2 studio. Hiks…

1-1: Jakarta mau ke mana-mana jauh. Rumah uly yang deket ama rumah gw aja bisa 20-30 menit. Di Bali, rumah gw yang jauh banget dari kantor cukup 35 menit :p hehe (dan ga pake macet euy)

1-2: Bali masih banyak sawah dan pemandangan yang bikin seger, bahkan di jalan ke kantor selalu ngelewatin daerah hijau, bikin selalu fresh setiap hari.

2-2: Jakarta apa-apa selalu masuk duluan. Film, juga komik. Hiks… kalo di Bali perlu nunggu 1 bulan buat film dan paling cepet 2 hari buat komik. nasib…

3-2: Jakarta sudah banyak bahan bakar alternatif selain pertamina, jadi hampir semua gas station melatih karyawannya untuk lebih ramah dan tidak macam2 sama pelanggan. Sayangnya Bali masih banyak pengisian gak dari 0 dan gak pas sesuai jumlah yang di bayar, terutama buat motor :(

3-3: Pandanglah ke atas, apakah yang tampak di langit jakarta? Kumpulan asap hitam di antara bangunan tinggi. di Bali, langit terasa lebih biru dan lebih luas, masih banyak burung-burung berterbangan. Dari burung gereja, burung bangau sampe burung elang (atau rajawali ya?). Alami banget, jadi fresh fresh fresh! Bukan daging burung segar lho maksud gw :-P

3-4: di Jakarta, jangan nekad meninggalkan kendaraan bermotor di tempat terbuka dalam waktu yang lama, you know why. di Bali, jangan ragu (^_^)

Well, di pertandingan pertama ini sepertinya Bali masih unggul. Kita lihat pertandingan berikutnya kapan-kapan.

Filed under : Idea, Life
By kocu
On May 14, 2008
At 6:12 am
Comments : 0
 

Invisible Text in IE

Hari ini lagi test kerjaan di IE, keanehan yang sebenernya udah pernah beberapa kali dapet kembali nongol. Entah bin entah kenapa, ada teks yang tiba-tiba saja hilang (invisible) dari pandangan. Bukan sulap, bukan sihir, hanyalah keisengan normal dari perilaku IE. Anehnya, kalau di select atau scroll, teks ini sebenernya ada dan kadang jadi terlihat (visible) kembali.

Utak punya atik, selidak punya selidik, tidak juga kunjung nongol itu teks. Akhirnya mulai tanya om goog-goog (baca: guk guk) seperti biasa. Ada beberapa solusi yang layak di coba, dan akhirnya berhasil juga menggunakan trik solusi dari plone. Buat yang ingin tahu jelas pembahasannya silahkan klik link solusi tersebut.

Saya share intinya saja, kita perlu menambahkan sedikit hack pada css kita, cukup 1 line saja:

* html .visualIEFloatFix { height: 0.01%; }

Kemudian tambahkan class visualIEFloatFix ke layer teks yang tersembunyi tersebut. Kalau belum berhasil, coba tambahkan class tersebut pada beberapa layer lain yang masih berhubungan. Selamat berjuang (^_^)

Filed under : CSS, Experiment
By kocu
On May 10, 2008
At 9:27 am
Comments : 0
 

Generasi Komik vs Sinetron

Semakin banyak jenis hiburan yang dapat dengan mudah dinikmati oleh kaum anak jaman sekarang. Dari pengamatan saya di lingkungan keluarga, sepertinya Poin tertinggi dipegang oleh TV dan Buku. Bila dilakukan pengamatan lebih lanjut, pada group TV sepertinya sinetron akan menjadi pemenang, sementara pada group Buku saya rasa komik yang akan memenangkan suara terbanyak.

Lalu bagaimana pengaruh hiburan dalam pengembangan karakter suatu generasi? Saya melihat diri saya sendiri. Bila melihat ke zaman masih kanak-kanak dulu, saya masuk pada group TV dan juga buku. Untuk group TV, kebetulan zaman saya kecil dulu rasanya memang belum ada sinetron. Acara masih didominasi film seri import seperti MacGyver, Knight Rider, Airwolf dan teman-temannya. Sementara untuk buku, tentu saja komik. Jadi antara sinetron dan komik, bisa dibilang saya masuk ke generasi komik. Walaupun hanya sebagai media hiburan… Tidak, saya ralat. Justru karena media hiburan, banyak sekali pesan dan nilai dalam suatu cerita sampai dengan sangat efektif kepada penikmatnya, terutama bagi anak-anak yang cepat mencerna hal-hal baru. Saya percaya media hiburan memilik pengaruh yang besar dalam pengembangan karakter.

Sampai saat ini pun saya masih menjadi penggemar setia komik. Tapi sepertinya saya masih belum bisa menjadi penggemar sinetron. Saat ini sinetron ibarat makanan siap saji yang mengutamakan kecepatan proses pembuatan, tapi tidak benar-benar berguna bagi kesehatan. ( . . . Read More . . . )

Filed under : Idea
By kocu
On May 4, 2008
At 11:55 pm
Comments : 0
 

Bali Tour 1, Tanah Lot

Echo Beach

Before we got married and moved to Bali me and uly made a vow, witnessed by ipong and recorded in a handy cam. The vow is this: after moving to Bali, we would have a day trip to a special place in bali at least once a month. Well, it’s time for us to begin the journey of our vow (–) 19th April 2008

1st place we decided to visit is Tanah Lot, reachable in less than 30 minutes from my office. But… It took us 3 weeks to finally visit it :-D Don’t ask why :-P Anyway, since it isn’t far, we leaved house in mid day. We had lunch in a great place named Echo Beach, about 5 minutes from my office. It’s a restaurant with a fabulous beach view, great taste, unbelievable portion and commensurate price (you can also enjoy free WiFi internet here). It’s located in Canggu area. We had wonderful lunch, me having Mexican Fajitas Chicken, and Uly a Seafood Platter. Well, we took some pictures here, but too bad we only had the food recorded in the handy cam.

( . . . Read More . . . )

Filed under : Life
By kocu
On April 22, 2008
At 9:14 am
Comments :1
 

Barang Empuk

Apa yang terpikir kalau denger kata barang empuk? Umumnya sih bantal, kasur, sofa dan mungkin… maaf satunya tidak bisa saya sebutkan (..,) maklum saya orangnya pemalu :-) hehe

Tapi sejak 2 tahun lalu, barang empuk sudah menjadi kata yang spesial buat saya. Tapi artinya bukanlah salah satu dari hal umum yang saya sebutkan di atas. Barang empuk ialah kata yang keluar ketika saya dan Chenz sedang ngobrol di YM membahas apa terjemahan santai (baca: asal) dari kata software. Ya, jadi barang empuk yang saya maksud ialah perangkat lunak.

Saat itu saya mulai berpikir tentang sebuah proyek idealis, yang lahir karena motivasi terhadap kondisi kritis yang sedang dialami Bangsa kita. Saya pun menuangkan ide itu dan mengajak chenz berdiskusi. Sebagai sesama developer yang banyak menghasilkan produk-produk abstrak, kami merasa prihatin terhadap semakin dianggap biasanya penggunaan barang bajakan, khususnya barang empuk. Bayangkan seandainya kita harus membeli barang empuk dengan harga aslinya, maka akan terbuka lahan besar bagi para developer/programmer Bangsa untuk memasarkan aplikasi lokal dengan fitur yang cukup memenuhi kebutuhan dan harga yang terjangkau.

( . . . Read More . . . )

Filed under : Blogging, Freeware, Idea, Life, Motivation, News
By kocu
On April 5, 2008
At 12:38 am
Comments : 2
 

Bisnis SemuaMauSenang

Seperti apa ya bisnis yang baik itu? yang banyak menghasilkan uang? bikin yg punya jadi kaya? atau?

Sebentar, mundur sedikit dulu, apa sih bisnis itu? Punya toko? Punya restoran? Punya perusahaan sendiri? Kalau mau tau pastinya, mending lihat di kamus. Tapi buat gw pribadi, kata bisnis itu bukan hanya beberapa contoh tersebut, atau contoh-contoh sejenis lainnya. Banyak orang yang berharap suatu saat nanti akan jadi pelaku bisnis, ingin jadi wirausahawan, atau yg istilah kerennya disebut entrepreneur. Hey, why wait?!? Pengen rasanya curhat panjang lebar lagi soal ini, tapi sayangnya (atau syukurnya ya? :-P ) bukan itu yang lagi pengen gw share hari ini.

Kembali lagi ke bisnis yang baik, seperti apa bisnis yang baik itu? Kebetulan lagi baca bukunya Guy Kawasaki, di awal chapter om guy menekankan beberapa hal penting untuk memulai. Salah satunya, atau lebih tepat yang pertama ialah: Memberi makna. Rasanya hati dan pikiran saya langsung berteriak “YA! Itu dia!”

Tapi, memang manusia itu berbeda2. Pasti banyak juga orang yang tertawa membacanya, “Hahaha, Lihat saya, gak perlu makna-maknaan sekarang sudah bisa punya rumah besar, banyak mobil mewah, perusahaan besar dimana ribuan bahkan jutaan manusia bergantung padanya”, begitu kata mereka dalam hati, atau bahkan diucapkan dengan lantang?

Ya, tidak salah juga. Kan banyak jalan menuju Roma? Mungkin memang gw aja yang terlalu idealis. Bisnis kan memang untuk menghasilkan uang? Apa salahnya kalau ada cara mudah tapi tidak di manfaatkan? Walau harus membodohi beberapa orang? beribu? berjuta? Toh cuma uang sedikit bagi mereka kan? Tidak sampai merampok orang yang baru ambil uang di bank, atau menodong di jalan sepi. Tidak pernah ada pemaksaan, cukup menyediakan fasilitas, mereka sendiri yang akan mengambil keputusan untuk mau. Memang sih sebenarnya untung perusahaan sudah besar, tapi kalau ikut trend ini kan lumayan, paling tidak bisa meningkatkan keuntungan berlipat-lipat, sampai mereka sadar. Ya kalau gak sadar-sadar juga syukurlah. PRET!!

( . . . Read More . . . )

Filed under : Idea
By kocu
On March 16, 2008
At 10:56 pm
Comments : 2
 

New Days - Day 5

the Beach (2)
5 Photos

STORY: The new days collection, day 5
Habis capek2, mesti seneng2. The day 5, saatnya kami jalan2 menikmati kehidupan baru. to the Beach!!

( . . . Read More . . . )

Filed under : Life, Photo
By kocu
On March 13, 2008
At 11:00 pm
Comments : 3
 
 
 
Sahat Leonard Tambunan